Sudah jamak jika seorang pelatih menghukum pemain yang menyerang kebijakannya, apalagi jika disampaikan secara tak simpatik melalui media massa pula. Jika tidak denda, sanksi lumrah dari "dosa" tersebut adalah mengirim si pemain ke bangku cadangan.
Nah, kasus pemain dihukum karena mengkritik temannya sendiri terjadi di Bayern Munich. Subyeknya tak tanggung-tanggung: kapten sekaligus pemain paling senior, Oliver Kahn.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun belakangan diketahui bahwa sikap tidak disiplin Kahn itu terkait ucapan kiper gaek itu tentang Luca Toni dan Franck Ribery. Dua koleganya, yang didatangkan di musim panas ini, dia nilai masih jauh dari konsisten.
"Ada satu atau dua pemain di sini yang harus sadar bahwa bermain bagus dalam dua atau tiga pertandingan tidaklah cukup," sergah Kahn kepada majalah Kicker. "Bayern bukanlah Marseille atau Fiorentina. Kami lebih seperti Milan, Real Madrid, Manchester United atau Barcelona. Mereka harus jauh lebih konsisten."
Kritik terbuka itu disesalkan pihak klub. Sebagai senior dan kapten, Kahn diharapkan pelatih Ottmar Hitzfeld menjadi contoh untuk pemain-pemain yang lain.
"Saya harus memberi contoh agar semua orang di Bayern tahu bagaimana mereka harus berperilaku," tukas Hitzfeld dikutip AFP. "Pemain harus berhenti mengkritik rekan setimnya sendiri, atau kita nanti akan jadi rumah gila."
Kahn sendiri menerima hukuman yang dijatuhkan kepadanya, walaupun tidak terdengar dia minta maaf. "Saya memahami sanksi ini. Kedisiplinan memang penting. Kami sudah membahasnya dan saya menerimanya," tutur pemain yang berusia 38 tahun itu, yang di akhir musim akan gantung sepatu itu.
(a2s/arp)











































