Keluhan itu disampaikan presiden klub, Karl-Heinz Rummenigge, menyusul kerugian yang dirasakan timnya dalam pertandingan terakhir, saat bermain imbang 1-1 dengan Werder Breman di Allianz Arena akhir pekan lalu.
Ia menyebut keputusan wasit Thorsten Kinhoefer yang menganulir gol Luca Toni di menit 76, dengan dalih offside, menegaskan bahwa Bayern diperlakukan tidak adil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesimpulan itu diambil Rummenigge setelah pihaknya mengalami perlakukan serupa pada September lalu. Walaupun Bayern menang 1-0 atas Bayer Leverkusen, namun ia menyesalkan keputusan hakim garis yang tidak mengesahkan sebuah gol lain timnya.
"Bola sudah setengah mereka melewati garis gawang, dan manajer umum kami, Uli Hoeness, sudah menyatakan linesman, kenapa dia tidak memberi sinyal terjadi gol,β tuturnya kepada tabloid Bild.
"Si hakim garis menjawab, dia berpikir bola itu memang telah melewati garis gawang. Akan tetapi dia tidak berani mengindikasikannya. Karena jika Anda membuat satu keputusan yang menentang Bayern, takkan terjadi apa-apa. Tapi kalau Anda membuat sebuah keputusan yang sepertinya menguntungkan Bayern, maka Anda akan menerima cercaan selama seminggu di media massa dan telepon."
Linesman yang dimaksud Rummenigge, Thorsten Schiffner, memberi sangkalan atas tudingan tersebut. "Saya tak pernah mengatakan itu," tukasnya.
"Saya menyerahkan pernyataan-pernyataan Mr. Rummenigge kepada Federasi Sepakbola Jerman (DFB) dan pengacara saya," tukasnya.
(a2s/ian)











































