Sejak ditransfer dari Fiorentina dengan harga 11 juta euro (sekitar Rp 148 milyar), Toni memang telah menjelma menjadi mesin gol Bayern. Total, sudah 22 gol yang dicetak pria berkebangsaan Italia itu dari 25 laga yang ia lakoni bersama Bayern.
Di AWD Arena, Hannover, Minggu (17/2/2008), Toni mencetak gol pertamanya di laga itu dengan sebuah tendangan voli di menit ke-58. Dua gol lain menyusul di menit ke 64 dan delapan menit sebelum laga usai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketajaman Toni dalam urusan bobol-membobol gawang lawan tak hanya memberi arti kepada dirinya sebagai individu, tapi juga bagi Bayern. Kemenangan besar atas Hannover membuat The Bavarians tetap memimpin Bundesliga dan menjaga jarak dari Werder Bremen yang terus menguntit.
Kerapnya Toni menjadi penentu kemenangan Bayern membuat luncuran pujian kepada striker berusia 30 tahun itu menjadi tak terhindarkan.
"Luca adalah seorang pemenang. Penampilannya terus membaik bagi kami," puji pelatih Bayern, Ottmar Hitzfeld, seperti dilansir oleh AFP.
"Dia punya insting pembunuh dan seorang pemain depan yang berkualitas dan bekerja tanpa lelah di depan gawang. Dia menunjukkan mengapa ia bisa jadi seorang pemenang Piala Dunia," imbuh Hitzfeld.
Bila mampu mempertahankan aksi tajamnya, Toni memiliki peluang besar untuk menjadi pencetak gol terbanyak Bundesliga di akhir musim nanti. Pemain Bayern terakhir yang berhasil menjadi pemain paling tajam adalah Giovanne Elber di tahun 2003 dengan torehan 21 gol.
(arp/ian)











































