Akibat skor memalukan tersebut, Schalke yang tadinya di peringkat dua Bundesliga, melorot satu tingkat ke posisi tiga karena disalip Bremen, lawan yang mempermalukan mereka.
Schalke memang sedang menukik. Sebelum dihajar Bremen, Kevin Kuranyi dkk juga sudah mengalami nasib buruk dengan tersingkir di ajang Liga Champions di tangan Barcelona. Kepercayaan kepada Slomka sebagai pelatih terus jatuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami adalah runner-up sebelum partai lawan Bremen dan lolos ke delapan besar Eropa, dan masih saja pembicaraan mengenai masa depan saya. Saya tidak punya keinginan untuk mendengar diskusi seperti itu tiap pekan," gerutu Slomka tak habis pikir.
"Diskusi itu terjadi dalam kelompok terbatas (di dalam manajemen klub), bahwa ada sesuatu yang menentang saya," sambung pria berusia 40 tahun itu mengindikasikan bahwa dirinya 'ditusuk dari belakang'.
Schalke sendiri secara resmi juga mendukung Slomka, meski juga menolak memberi jaminan bahwa pelatih yang mulai masuk Veltins Arena --markas Schalke-- sejak 2006 itu akan bertahan hingga musim depan.
"Saya tidak mau masuk ke diskusi soal pelatih," tegas General Manajer Andreas Moeller. "Adalah lebih baik jika saya tidak berkata apa-apa soal isu ini."
(arp/din)











































