Kekalahan 1-5 dari Werder Bremen hari Sabtu kemarin menjadi momentum yang digunakan petinggi Schalke untuk memutus kontrak Slomka. Keputusan ini sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai masa depan dia di Gelsinkirchen.
Diungkapkan general manager Andreas Muller, semula pihaknya akan mempertahankan Slomka di posisinya sampai musim ini selesai. "Tapi setelah pertandingan kemarin, saya memutuskan mengambil keputusan ini lebih dini," cetusnya seperti dikutip Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Schalke menjadikan Slomka sebagai pelatih kepala pada Januari 2006 setelah klub tersebut memecat Ralf Rangnick. Sebelumnya ia menjadi asisten Rangnick selama dua tahun.
Rupanya polesan tangan Slomka ampuh juga. Buktinya ia membawa Schalke menjadi runner up Bundesliga di musim lalu, yang berarti meloloskannya ke Liga Champions. Juga di musim yang sama mereka bertahan hingga babak semifinal di Piala UEFA.
Kiprah The Royal Blues di Liga Champions musim ini pun tidak terlalu mengecewakan. Menjadi satu-satunya wakil Jerman yang lolos dari putaran grup, Kevin Kuranyi dkk baru kandas di babak perempatfinal di tangan Barcelona.
Sampai sebelum ditekuk Bremen pun Schalke masih menduduki peringkat dua di klasemen sementara Liga Jerman. Tapi ia memang sudah cukup lama diisukan bakal didepan Schalke, salah satunya karena ia dinilai terlalu lembek pada anak-anak buahnya.
"Mirko telah melakukan pekerjaannya yang baik dan itu terdokumentasi dengan jelas dari rekor suksesnya," ujar Mueller lagi. "Tapi selama perjalanan musim ini kami mendapat kesan bahwa tim ini tidak berkembang lebih jauh. Kami berkesimpulan bahwa seorang pelatih baru akan menjadikan keadaan lebih baik."
Schalke, yang juga memecat asisten pelatih Nestor El Maestrok, akan merilis nama calon pengganti Slomka secepatnya, Harian Bild am Sonntag melaporkan bahwa tiga kandidat yang ada adalah Eric Gerets (pelatih Marseille), Fred Rutten (Twente Enschede), dan Dick Advocaat (Zenit St. Petersburg).
(a2s/ian)











































