Lihat jumlah titel yang sudah dikoleksi Munich: 21 gelar. Jumlah ini jauh melebihi klub manapun di seisi Deutschland. Bahkan, peringkat kedua terbanyak dalam jumlah titel juara adalah Dynamo Berlin dengan 10 gelar. Klub ini sekarang berada di liga divisi 5.
Dominasi itu tampak jelas di musim lalu. Di klasemen akhir, Munich mengumpulkan 76 poin, unggul 10 poin dari Werder Bremen di posisi kedua. Berturut-turut di belakang mereka ada Schalke 04 dan Hamburg SV.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bremen kehilangan Pierre Wome (ke FC Koeln), Patrick Owomoyela (Dortmund), Ivan Klasnic (Nantes), Tim Borowski (Munich) serta bakat muda Amaury Bischoff yang digaet Arsenal. Di sisi lain, tiga pemain baru mereka berkualitas seadanya. Hanya Sebastian Proedl, pemain timnas Austria, yang namanya cukup bergaung.
Namun kekuatan Bremen ada di tangan pelatihnya, Thomas Schaaf. Dalam lima tahun terakhir dengan asuhan Schaaf, Bremen konsisten berada di tiga besar. Musim 2003/2004 jadi puncak kejayaan ketika si 'Putih Hijau' jadi juara Bundesliga.
Bila Bremen bertahan bersama Schaaf yang sudah menjadi pelatih semenjak tahun 1999, maka Schalke dan Hamburg musim ini datang dengan sosok pelatih baru. Fred Rutten menjadi der trainer Schalke, sedangkan Martin Jol membesut Hamburg.
Rutten menggantikan duet interim, Mike Buskens dan Youri Mulder. Rutten adalah sosok yang sukses bersama Twente Enschede di Liga Belanda dengan meloloskan klub itu ke Liga Champions, salah satunya dengan mengalahkan Ajax di play-off.
Datang ke Schalke, Rutten membawa harapan baru. Ia merekrut pemain-pemain bagus meski reputasinya tidak terlalu mentereng. Sosok seperti Orlando Engelaar (Twente/Belanda) serta Jeferson Farfan (PSV Eindhoven) membuar kekuatan mereka bisa diperhitungkan.
Beda dengan Rutten yang sukses, maka Jol datang ke Hamburg dari seorang 'pengangguran'. Jol dipecat Tottenham Hotspur pada Oktober 2007 karena gagal membawa klub London itu tampil baik.
Meski begitu, Jol langsung membuat impresi bagus di awal karirnya bersama Hamburg. Klub dari kota kedua terbesar Jerman itu dibawanya menjuarai Emirates Cup, unggul dari nama-nama besar seperti Arsenal, Juventus dan Real Madrid.
Masalah terbesar yang harus diatasi oleh Jol adalah hijrahnya bintang, nyawa permainan, playmaker sekaligus kapten tim Rafael van der Vaart ke Real Madrid. Kehilangan sosok sepenting Van Der Vaart bisa membuat Hamburg limbung.
Di luar tiga klub tersebut, persaingan untuk merebut posisi runner-up --sukur-sukur bisa menggoyang dominasi Munich-- juga akan diikuti oleh dua klub yang sudah belanja besar-besaran, Wolfsburg dan FC Koeln. Jangan lupakan juga klub-klub tradisional seperti Vfb Stuttgart atau Bayer Leverkusen.
Namun sekali lagi, di atas kertas, klub-klub Jerman saat ini secara realistis memang hanya mengejar posisi runner-up karena merusak dominasi Munich bukan hal mudah. Sembari terus memperbaiki diri serta 'berharap' ada konflik internal di Munich (sesuatu yang sering terjadi), maka klub-klub seperti Bremen dkk bolehlah mengintip gelar jawara.
(arp/a2s)











































