Jaga Emosimu, Van Bommel

Jaga Emosimu, Van Bommel

- Sepakbola
Selasa, 26 Agu 2008 17:31 WIB
Munich - Setelah Oliver Kahn gantung sepatu, Mark Van Bommel diserahi tanggung jawab sebagai kapten Bayern Munich. Tapi sikapnya sebagai pimpinan kini dikritik.

Dalam partai lanjutan Bundesliga kontra Borussia Dortmund awal pekan ini, Van Bommel sudah dikartu merah wasit hanya dalam waktu 23 menit akibat menerima dua kartu kuning. Beruntung Munich tetap bisa terhindar dari kekalahan dan bermain 1-1.

Ini adalah kartu merah ketiga pemain asal Belanda tersebut dalam sepuluh pertandingan terakhir buat klubnya. Hal itu tak pelak mengundang komentar dari petinggi "Die Roten".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kartu kuning pertama bisa diterima, tapi Anda seharusnya tak mendapat kartu kuning kedua seperti itu dan Mark harus bisa bisa belajar mengerti hal tersebut. Itu akan bisa berdampak baik untuk dirinya dan juga tim," seru Chairman Bayern Karl-Heinz Rummenigge kepada Bild yang dikutip Team Talk.

"Yang penting adalah dia sadar kalau sudah bikin kesalahan, tapi saya pikir dia tahu kalau dia sudah bikin anggota tim lainnya jadi kerepotan," sindir Rummenigge.

Presiden Munich Franz Beckenbauer tak kalah keras menegur tindakan Van Bommel yang berbuah pengusiran dalam laga kontra Dortmund. Dengan telak sang pemain disebutnya punya masalah mengontrol emosi.

"Van Bommel adalah karakter yang cepat naik darah dan tak bisa mengontrol dirinya sendiri sehingga dia sama sekali tak membantu dirinya sendiri atau tim. Dia harus belajar mengontrol dirinya sendiri," tegas Der Kaizer.

Meski begitu, pemain berusia 31 tahun itu sepertinya tak merasa bersalah usai menuai kartu merah. Dia justru menilai kalau dirinya jadi korban keputusan wasit Herbert Fandel.

"Ada istilah di Belanda bahwa pohon yang besar lebih diterpa angin. Mungkin saja punya masalah citra. Saat pemain lain melakukannya, pertandingan berjalan terus. Mungkin saja saya selalu dilihat dengan saksama," dalih dia.

(krs/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads