Sukses Spanyol merengkuh status juara Piala Eropa tak bisa dilepaskan dari peran Xavi yang mengomandani lini tengah Tim Matador. Karena peran krusialnya itulah dia kemudian dipilih sebagai pemain terbaik Euro 2008.
Performa apik gelandang 28 tahun itu berlajut di kompetisi reguler. Meski penampilan Barca masih angin-anginan namun Xavi hampir selalu tampil konsisten, kemenangan telak Barca atas Atletico Madrid adalah salah satu bukti penampilan impresifnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jujur saja saya tidak berpikir sama sekali soal Golden Ball. Bukan karena kerendahan hati, tapi lebih karena tipe permainan saya," ungkap Xavi di sela-sela penganugrahan Marca sebagaimana diberitakan harian olahraga Spanyol tersebut.
Disebut Xavi kemudian, dia bukan jenis pemain dengan kemampuan individu yang luar biasa. Kalau kemudian dirinya terpilih jadi yang terbaik di Austria-Swiss lalu, itu lebih dikarenakan peran besar yang diberikan rekan-rekannya yang lain.
"Saya tipe pemain kolektif yang bergantung pada tim dan pemain di sekitar saya. Tanpa rekan-rekan setim, saya bukan siapa-siapa. Dan saya akan terus bergantung pada rekan-rekan saya karena itu adalah gaya saya, kalau saya meraih sukses maka itu karena tim saya," lanjut pemilik 65 caps untuk tim Spanyol itu.
Berbicara peluang merebut Ballon d'or, kesempatan Xavi memang tak bisa dibilang besar. Selain Cristiano Ronaldo yang jadi kandidat kuat, dia jug masih harus bersaing dengan Lionel Messi.
"Penghargaan seperti ini lebih diberikan pada pesepakbola seperti Cristiano Ronaldo atau Messi, pemain yang punya skill individu yang hebat dan bisa mendatangkan kemenangan," pungkas Xavi. (din/ian)











































