Di usia senjanya, Sylvinho sudah jarang diturunkan oleh Joseph 'Pep' Guardiola. Bahkan musim ini tercatat hanya dua menit ia berada di lapangan saat melawan Sporting Lisabon di Liga Champions.
Namun hal tersebut tak menyurutkan niatnya untuk bertahan di Barca. Bahkan mantan winger Arsenal ini juga sudah mengajukan permohonan kepada pihak klub untuk bertahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah cukup tua untuk mengerti sepakbola dan saya tahu disana selalu ada kompetisi, namun saya harus terus bekerja keras dan menunggu kesempatan saya. Di samping, kecintaan saya pada klub dan kota ini," sambung Sylvinho.
Mengomentari tentang isu rasisme yang sedang melanda Spanyol terkait penolakan Inggris melawat ke Madrid dan jatuhnya sanksi pada Atletico Madrid, Sylvinho menolak bahwa negara tempatnya merumput dituduh sedemikian buruknya.
"Sangat menyedihkan melihat Atletico dijatuhi hukuman dan pasti para pemain merasa hancur karena mereka tidak bisa melakukan apapun ketika terjadi insiden dalam pertandingan (melawan Marseille)."
"Saya tidak percaya Spanyol adalah negara yang rasis. Secara umum, masyarakat disini sangat hangat dan menerima perbedaan tanpa masalah. Tetapi disana selalu ada satu atau dua orang yang merusak reputasi baik tersebut," pungkas Sylvinho. (din/arp)











































