Itulah yang dialami Atletico saat menjamu rival sekotanya Real Madrid dalam lanjutan Liga Spanyol di Vicente Calderon, Minggu (19/10/2008) dinihari WIB.
Kickoff belum genap satu menit, gawang Los Rojiblancos sudah dibuat bergetar oleh Van Nistelrooy. Kemudian, setelah berjuang keras untuk mendapatkan gol balasan, tujuan itu berhasil dicapai 89 menit kemudian. Simao menyamakan skor di menit 90.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini pertandingan yang menggetarkan dan rumit," ujar pelatih Atletico, Javier Aguirre, seusai laga. "Di babak kedua kami terus menyerang untuk mencetak gol, dan bangkit sejak (John) Heitinga cedera. Dan sungguh kejam bahwa kami kalah oleh gol di menit pertama dan 95."
Walaupun gol Higuain yang memastikan kekalahan tuan rumah, tapi gol Van Nistelrooy-lah yang dipandang mengawali semuanya.
"Memalukan sekali bahwa mereka bikin gol dengan sangat cepat, karena dari situ kami menghadapi jalan menanjak sampai akhir pertandingan. Hasil seri sebetulnya bisa fair, tapi kenyataannya kami tak dapat poin," sesal Simao seperti dikutip Goal.
"Sistem permainan kami rusak dengan gol cepat Van Nistelrooy. Hanya itu. Hadiah untuk kerja keras kami adalah gol Simao dan kami percaya akan selesai di situ. Tapi sepakbola tak pernah berhenti memberi kejutan dan mereka mencetak gol persis ketika kami berpikir bakal mendapatkan hasil seri," timpal Aguirre.
Kekalahan tersebut adalah yang ketiga diderita Atletico secara beruntun di La Liga. Sebelumnya mereka berturut-turut ditundukkan Sevilla (0-1) dan Barcelona (1-6). Alhasil, laju cukup kencang mereka di awal musim melambat.
"Saya tidak melihat adanya masalah mental," tandas Aguirre lagi. "Tugas kami sekarang adalah meningkatkan para pemain dan memikirkan duel melawan Liverpool hari Rabu besok. Di Liga Champions kami tampil bagus dan kami layak mendapatkan perhatian maksimal."
(a2s/arp)











































