Bermain di kandang sendiri, Stadion Camp Nou, Senin (24/11/2008) dinihari WIB, Barca harus puas dengan hasil akhir 1-1. Hasil ini menghentikan rentetan sembilan kemenangan yang dicatat Barca sejak 21 September silam.
Tanpa Messi, Barca tampil kurang trengginas dan imajinatif; terutama di babak pertama. Bila saja Messi hadir, pemain Argentina itu diyakini dapat membuat perbedaan di lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Messi memang begitu dominan di Barcelona. Meski jumlah golnya sejauh ini baru tujuh --nyaris separuh dari jumlah gol Samuel Eto'o yang mencapai 13--, peran pemain 21 tahun itu dalam mengirim umpan, mengoyak pertahanan berlapis lawan atau menarik penjagaan masih belum tergantikan.
Tapi tanpa Messi pun sebetulnya Barca tetap mendominasi pertarungan melawan Getafe. Hanya karena kekurangtenangan dalam menyelesaikan peluang atau karena kehebatan kiper lawan saja Los Azulgranas akhirnya gagal mendulang tiga poin.
"Para pendukung kami tak bisa dibodohi. Bila kami tak diberi aplaus, itu karena kami bermain buruk. Jika mereka bertepuk tangan hari ini, itu karena mereka melihat tim mereka bekerja keras," timpal Guardiola.
"Mungkin kami sedikit terburu-buru di seperempat jam terakhir. Kami juga kehilangan sentuhan yang bisa memberi kami bola-bola matang. Tapi tim ini mendominasi permainan, terutama di babak kedua," pungkasnya.
(arp/din)











































