Dalam lima laga liga terakhirnya, Madrid menelan empat kekalahan. Akibatnya posisi mereka di klasemen pun tertinggal 12 angka dari Barcelona yang ada di puncak.
Akan tetapi, gol semata wayang Gonzalo Higuain ke gawang 'El Che', Minggu (21/12/2008) dinihari WIB, membangkitkan asa. Madrid meraup tiga angka, memangkas selisih sementara jadi sembilan dengan Barca, dan yang terpenting, kemenangan niscaya memompa moral mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terlalu banyak tanggung jawab. Kami sudah nyaris pasti mengantongi tiga angka dan hasil imbang akan jadi masalah," terang entrenador yang mulai membesut Madrid pada awal bulan Desember 2008 itu, di Goal.
"Maka dari itu para pemain jadi sedikit bingung. Anda jadi selalu cemas lawan akan menyamakan kedudukan dan mendapat satu poin. Para pemain depan tak bisa melakukan apa-apa lagi, terkadang kami kehilangan bola terlalu mudah," lanjut dia.
Terlepas dari skor yang hanya 1-0 untuk Madrid, Ramos tetap menyatakan kepuasan. Biarpun timnya cuma bisa sekali menyarangkan bola ke gawang lawan, pada akhirnya tiga poin tetap bisa diamankan.
"Kami ingin menang dengan lebih meyakinkan, tapi ternyata tak memungkinkan. Yang penting adalah kami memenangi tiga angka. Kami bermain bagus, tapi tak bisa menuntaskan peluang-peluang kami. Namun, saya menyukai usaha para pemain," demikian Ramos. (krs/a2s)











































