Hasil seri yang dipetik di Stadion Ramos Sanchez Pizjuan, Senin (5/1/2009) dinihari WIB itu, menghambat langkah Rojiblancos menduduki peringkat dua yang kini ditempati Valencia.
Tuan rumah sebetulnya bermain baik semenjak awal. Menit 23, umpan silang dari Jesus Navas sukses disambar Frederic Kanoute dengan kepalanya. Tetapi arah bola masih tipis menyamping.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menit 68, Osasuna mengklaim berhak mendapatkan penalti setelah Jaroslav Plasil disikut Ivica Dragutinovic di kotak terlarang tetapi wasit menolaknya. Padahal, akibat sikutan itu wajah Plasil sempat berdarah.
Pemain pengganti Masoud Shojaei nyaris membawa Osasuna menyamakan skor hanya beberapa menit setelah masuk ke lapangan. Di menit 77, tendangan pemain Iran itu masih melayang sedikit di atas mistar Sevilla.
Menit ke-85, Sevilla seharusnya sudah bisa 'membunuh' perlawanan Osasuna. Tendangan Navas, kembali bekerjasama dengan Renato, masih bisa ditepis oleh Roberto di tiang dekat.
Osasuna yang putus asa karena tak sanggup mencetak peluang berbahaya dalam upayanya mengejar skor akhirnya berhasil menjebol gawang Sevilla melalui kaki Pandiani di menit 90.
Gol pemain Uruguay itu tercipta setelah bola tendangan spekulasi yang dilepaskan Masoud dibelokkan dengan kaki kirinya. Bola meluncur masuk gawang Sevilla tanpa mampu dicegah oleh kiper Andres Palop.
Empat menit injury time tak cukup bagi kedua tim untuk mencetak gol tambahan. Tetapi rasa sesak lebih dirasakan oleh Sevilla yang kemenangannya lepas di menit-menit penghabisan.
Susunan pemain
Sevilla: Palop; Navarro, Escude, Squilacci, Dragutinovic (Crespo 83); Navas, Duscher (Fazio 66), Romaric, Correia (Capel 63); Renato, Kanoute
Osasuna: Roberto; M. Flano, Fernandez, J. Flano, Monreal; Azpilicueta (Masoud 75), Vadocz, Nekounam, Font (Pandiani 61); Plasil; Sola (Portillo 44)
(arp/a2s)










































