Pada 31 Agustus 2008, di pekan pembuka La Liga musim ini, Numancia berhasil menundukkan Barca dengan skor tipis 1-0, lewat gol Mario Martinez Rubio di menit 13.
Momen itu pasti tak terlupakan buat Josep Guardiola karena di debutnya sebagai pelatih klub La Liga, bersama klub raksasa pula, ia malah merasakan kekalahan dari tim promosi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhir pekan ini, Sabtu (24/1/2009) malam waktu setempat, Guardiola dan Barca akan bertanding lagi melawan Numancia. Bedanya, kali ini perbedaan yang ada teramat besar. Barca, semua orang tahu kondisi mereka saat ini. Numancia? Hanya satu garis di atas zona degradasi.
Bagi fans Numancia, adakah mukjizat dalam sepakbola menghampiri mereka lagi? Jika ya, ini tentu luar biasa. Jika tidak, fans barangkali akan memakluminya. Untuk tim sekelas Numancia, kalah dari tim sebesar Blaugrana bukanlah sebuah "kesalahan".
Meski demikian, kalah sebelum bertanding juga bukanlah sikap yang ditunjukkan tim asuhan Sergio Kresic itu. Harapan, atau "sekadar" keberuntungan sekalipun, sebisa mungkin bisa dijaga.
"Nasib baik berpihak pada kami waktu itu (ketika kami mengalahkan Barca)," kata bek Juanra dalam situs Marca.
"Kami harus percaya (kami bisa memperoleh sesuatu yang positif dari pertandingan hari Sabtu nanti). Apapun bisa terjadi dalam sepakbola," sambungnya.
Barca tidak menang dalam laga terakhirnya, Kamis (22/1/2009) dinihari WIB. Mereka ditahan 0-0 oleh tim papan bawah La Liga, Espanyol, di babak perempatfinal Copa del Rey di Estadio Montjuic.
Ketika itu Guardiola tidak menurunkan tim terbaiknya. Dan nama-nama top seperti Samuel Eto'o, Thierry Henry, dan Daniel Alves, diperkirakan bakal diturunkan di Nou Camp untuk menyambut kedatangan tim yang mampu menundukkan mereka: Numancia.
Foto: Pemain Numancia Alvaro Anton (kanan) berduel melawan bek Barcelona Eric Abidal saat kedua tim bertemu pada 31 Agustus 2008. (AFP)
(a2s/krs)











































