Tak ada hasil imbang apalagi kalah dicatatkan Barcelona di La Liga Primera sejak bulan November lalu. Namun beberapa kemenangan susah payah yang harus mereka jalani di awal 2009 membuat Guardiola kemarin menyebut kalau pasukannya kehilangan sedikit kilau dengan faktor kelelahan menjadi penyebab utama.
Guardiola pastinya tahu benar kalau anak didiknya mengalami kelelahan, tapi bisa juga dia cuma merendah karena dinihari tadi Carles Puyol cs kembali tampil didgaya dengan membekap Sporting Gijon 3-1. Dan seperti sudah sering dibicarakan, Barca meraih kemenangan demi kemenangan dengan tingkat produktivitas yang mengerikan, mencapai jumlah 68 gol dari 22 laga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hoffenheim yang masih melanjutkan kejutannya di Bundesliga kini baru membukukan 45 gol dari 19 pertandingan (rata-rata 2,37 gol per pertandingan), sementara Inter Milan rata-rata cuma mencetak 2 gol perpertandingan setelah total golnya berjumlah 46 dari 23 laga yang sudah dijalani.
Kondisi serupa bisa juga ditemui pada Manchester United. "Setan Merah" yang begitu perkasa dengan rekor tak kebobolan di 13 pekan terakhir Premier League malah cuma menyarangkan 41 gol di 23 pertandingan atau punya rata-rata 1,74 gol/pertandingan. Sedangkan di Prancis Lyons baru membuat 27 gol dalam 22 laga (1,23 gol/pertandingan).
Jika Barca mampu mempertahankan produktivitasnya seperti ini, maka di akhir musim mereka akan mencetak sekitar 118 gol, menyamai rekor yang sebelumnya dipegang Real Madrid pada musim 1989-90. Dengan rataan gol perpertandingan yang mencapai 3,1, Barcelona malah akan mengalahkan rataan gol terbesar dalam semusim di beberapa kompetisi Liga papan atas Benua Biru.
Di Liga Inggris rataan gol terbesar sepanjang musim masih dipegang Aston Villa yang pada musim 1930-31 membuat 128 gol dari 42 laga (rata-rata 3,05 per pertandingan). Sementara di Liga Jerman rekor milik Bayern Munich di musim 1971-72 cuma 101 gol dari 34 pertandingan (2,97). Yang kemudian bisa menyamai adalah rekor Paris St Germain di Liga Prancis di mana pada musim 1959-60 mampu mencetak 118 gol dari 38 pertandingan (3,1).
Satu-satunya tim yang punya catatan lebih baik adalah Torino di musim 1947-48. Pada musim tersebut mereka mampu melesakkan 125 gol dari 40 pertandingan liga atau punya rataan 3,13 gol per pertandingan. Demikian diberitakan Timesonline.
"Kami harus melanjutkan sikap (produktivitas gol) seperti ini. Pekan demi pekan telah berlalu yang berarti jumlah pertandingan semakin sedikit, tapi segala hal masih mungkin terjadi," sahut Guardiola usai memetik kemenangan 3-1 atas Gijon dinihari tadi sebagaimana dikutip Goal.
(din/a2s)











































