Dalam laporan akhir tahun 2008, Valencia dilaporkan terlilit utang sebesar 150 juta euro atau sekitar 2,1 triliun rupiah. Klub tersebut sebenarnya bisa menutupi utang dengan menjual beberapa pemain bintangnya semisal David Villa atau David Silva yang memang diminati banyak tim papan atas Eropa, namun manajemen Los Ches lebih memilih menunda pembayaran gaji pemain.
Tim pengumpul enam tropi juara La Liga itu beruntung punya pemain yang pengertian dan cukup loyal. Meski tertunda pembayaran gajinya, Carlos Marchena cs tetap menyatakan komitmen.
Β
"Tertundanya gaji, bukan alasan bagi kita untuk tidak bermain baik," tukas defender Emiliano Moretti, seperti dikutip dari Reuters. "Sekarang, kami berada di bulan Februari dan kami punya hal lain yang memerlukan perhatian lebih," lanjut pemain asal Italia itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kondisi kesulitan keuangan seperti itu, lolos kualifikasi Liga Champions merupakan salah satu solusi karena akan mendapat pemasukan tambahan. Jika mampu berlaga di ajang tertinggi klub-klub Eropa itu, maka akan mendapat uang 3 juta euro atau senilai 45,5 miliar rupiah dipastikan masuk kas.
UEFA akan menambah 2,4 juta euro lagi, atau sekitar 36,4 miliar rupiah, bila klub itu lolos ke babak penyisihan grup. Di penyisihan grup, setiap kemenangan diganjar 600 ribu euro (Rp 9 miliar) dan 300 ribu euro (4,5 miliar) untuk hasil seri. Jumlah itu pastinya akan terus bertambah jika mereka bisa melangkah hingga ke final apalagi jadi juara. (din/krs)











































