Ramos yang dimaksud Ramos tersebut tentu saja Juande Ramos sang entrenador. Sejak menggantikan Bern Schuster, walaupun kalah 0-2 di laga debutnya dalam El Clasico medio Desember lalu, hingga kini Madrid mampu memenangi delapan partai berturut-turut.
Dalam rentetan kemenangan itu gawang Iker Casillas pun hanya kemasukkan sebuah gol, sedangkan penyerangan mereka berhasil menggelontorkan 16 gol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Juande tahu bagaimana mengatur tim. Dia mengambil risiko dengan melakukan banyak perubahan seperti pada sistem permainan. Tapi itu telah membantu kami, " ungkap bek usia 23 tahun itu kepada As yang dilansir Goal.
"Kami telah meningkat di hampir semua lini seperti sekarang, cara kami menekan lawan, bagaimana kami melakukan serangan dan bertahan, serta melapis satu sama lain. Dan kami pun mengerti bagaimana kami bermain di lapangan," lanjutnya.
Ramos juga berbicara tentang peluang kembalinya Florentino Perez ke Santiago Bernabeu.Β Mantan pencetus kebijakan Los Galacticos itu akan mengikuti bursa presiden baru di bulan Juli, dan Ramos mengisyaratkan dukungannya.
"Dia sudah menunjukkan kualitasnya sebagai presiden. Saya kenal dekat dengan dia dan dia sosok yang hebat."
"Seperti saya katakan sebelumnya, saya selalu menghargai apa yang telah dia lakukan pada saya semasa di Sevilla, dan dia menaruh kepercayaan yang tinggi padahal waktu itu saya bukan siapa-siapa," sambung pemain yang hijrah dari Ramon Sanchez Pijuan pada musim panas 2005 itu.
Akhir pekan ini Los Blancos akan menjamu peringkat 15, Real Betis, dalam lanjutan La Liga pekan ke-24.
(a2s/key)











































