Kalah menjadi sesuatu yang sangat langka buat Barca musim ini. Khusus di La Liga Primera, terakhir kali mereka bertanding tanpa meraih hasil adalah di laga perdana musim saat ditundukkan Numancia 0-1.
Setelah itu, menyebut Barca sama artinya dengan mengucap kemenangan lantaran Carles Puyol cs meraih 19 kemenangan dan tiga hasil imbang di 21 pertandingan berikutnya. Sebuah capaain yang tambah fantastis jika melihat selisih gol yang 70 berbanding 18.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dalam kurun tiga pekan keunggulan tersebut terpangkas menjadi hanya tujuh poin saja. Setelah pekan lalu dengan susah payah menahan imbang Real Betis, dinihari tadi Barca menelan kekalahan pertamanya di kandang atas Espanyol sejak 1982 saat dipaksa menyerah dengan skor 1-2.
"Tak ada yang bilang kalau (perjuangan di Liga) ini akan mudah. Kami menderita kekalahan hari ini namun kami masih berada di posisi yang kuat dan kami akan bisa pulih dari hasil mengecewakan ini," ungkap Guardiola seperti diberitakan AFP.
Guardiola jelas wajib waspada dengan tren terbaru Barca yang belakangan tak lagi terlalu mengerikan buat lawan-lawannya. Jika kondisi tersebut bertahan posisi puncak yang sudah lama mereka miliki kini dalam ancaman serius.
Madrid sendiri sejak kedatangan Juande Ramos menunjukkan grafik meningkat yang sangat signifikan. Mantan pelatih Sevilla dan Tottenham Hotspur itu malah meraih hasil sangat memuaskan dengan hanya menelan satu kekalahan yakni dalam laga El Classico yang merupakan laga perdananya di Santiago Bernabeu dan hingga kini sudah memberi Madrid sembilan kemenangan beruntun.
Adakah kekalahan pertama di Nou Camp atas Espanyol dalam 27 tahun terakhir menjadi awal fase sulit Barca? Jika Guardiola tak bereaksi cepat, itu mungkin saja terjadi mengingat Los Blancos justru punya penampilan yang makin meyakinkan. (din/arp)











































