Adalah hasil buruk yang didapat Barca di pekan 23 hingga 25 yang membuat mereka kini dibanyangi dengan ketat oleh Madrid. Setelah sempat tak terkalahkan sejak pekan kedua La Liga Primera, dalam selamg tiga pekan tersebut Charles Puyol cs menelan dua kekalahan dan sekali imbang.
Penampilan Barca memang kemudian sudah membaik dengan meraih dua kemenangan atas Athletic Bilbao dan Almeria dengan skor 2-0, itu belum ditambah sukses besar atas Lyon di perempatfinal Liga Champions. Namun selisih poin mereka yang tinggal enam tak pelak mendatangkan banyak tekanan buat tim Catalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Malaga secara mengejutkan mampu duduk di posisi enam klasemen sementara. Akhir pekan kemarin mereka bahkan mampu menahan Sevilla 2-2 setelah lebih dulu tertinggal 0-2. Dan di markas Barca akhir pekan ini, skuad besutan Antonio Tapia berketad meraih kemenangan demi membalas kekalahan 1-4 di putaran pertama lalu.
"Itu akan menjadi pertandingan membangkitkan keberanian. Secara teori ini adalah pertandingan yang tak bisa kami menangkan, tapi kami tetap harus memainkannya...Tak ada pertandingan yang tak mungkin," ungkap striker Malaga, Salva, di Goal.
Di sisi lain Madrid justru menghadapi lawan yang relatif mudah untuk melanjutkan rentetan kemenangan saat menjamu Almeria. Memang saat bertandang ke Almeria di pertemuan pertama Los Merengues cuma bermain 1-1, namun dengan rentetan kemenangan yang didapat menyusul masuknya Juande Ramos, kemenangan harusnya bukan jadi sesuatu yang sulit didapat Madrid.
Apalagi fokus Raul Gonzales cs kini tinggal di La Liga Primera menyusul tersingkirnya mereka di Liga Champions dengan agregat 1-5 atas Liverpool.
Villarreal yang kini mendapat ancaman serius dari Atletico Madrid untuk mempertahankan posisi empat klasemen akan menghadapi tim papan tengah Atletic Bilbao, sementara Sevilla yang duduk di posisi tiga akan menjamu tim papan tengah lainnya Valladolid.
(din/krs)











































