Bergabung ke Madrid sejak musim panas lalu, performa Van der Vaart di awal musim tergolong meyakinkan. Namun seiring dengan labilnya performa Real Madrid di sepertiga musim berjalan, pergantian pelatih dan cedera membuat permainannya menurun dan ia kehilangan tempat di skuad utama.
Walaupun sempat bermain baik kala Madrid dikalahkan 0-4 dari Liverpool di Liga Champions dua pekan lalu, tapi ia kembali harus puas duduk di bangku cadangan pada laga-laga selanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mendapat banyak pujian setelah laga itu (melawan Liverpool di Anfield). Bagi saya itu adalah sebuah kesempatan besar dan kepuasan untuk bermain lagi. Tapi faktanya, seusai laga itu adalah sangat mengecewakan," sambung pemain berusia 25 tahun itu.
Meskipun keadaan memungkinkan dia untuk hengkang dari Santiago Bernabeu, tapi Van der Vaart menampik isu dirinya akan pergi di akhir musim ini. Ia masih ingin bisa kembali ke skuad utama "Si Putih" dengan bekerja keras setiap harinya.
"Kalau saya merasa punya feelingΒ bahwa aku akan bisa mengubah banyak hal, maka saya akan bicara kepadanya (Ramos). Tapi saat ini saya tak punya banyak harapan. Lagi pula, dia melihat saya berlatih setiap hari, dan yang sangat aneh adalah saya merasa sedang in form dan berlatih dengan amat baik di Madrid," akunya.
Yang membuat suami Sylvie Meiss ini sedikit beruntung adalah, kondisinya di Madrid tak tertular ke timnas Belanda. Mantan pemain Ajax dan Hamburg ini masih dipercaya Bert Van Marwijk sebagai pemain inti sekaligus kapten "Singa Oranye".
"Saya takut kalau harus terpinggirkan dari timnas untuk pertama kalinya. Itu akan menjadi satu hal yang paling sulit dalam hidup saya. Untungnya tidak seperti di Madrid, (Bert) Van Marwijk masih mempercayai saya," pungkas pemilik 65 caps itu.
(a2s/arp)











































