Cannavaro Jadi Rebutan Fans

Cannavaro Jadi Rebutan Fans

- Sepakbola
Sabtu, 11 Apr 2009 15:18 WIB
Cannavaro Jadi Rebutan Fans
Madrid - Masa depan Fabio Cannavaro masih belum jelas. Walaupun sudah tergolong veteran, tapi ia masih diminati banyak pihak. Ia juga menjadi rebutan antara Madridista dengan tifosi Napoli.

Kontrak kerja Cannavaro di Real Madrid akan selesai akhir musim ini dan kubu Los Blancos masih menangguhkan pilihannya, apakah menyudahi atau memberinya kontrak baru. Hal ini terkait dengan agenda pemilihan presiden baru di bulan Juni.

Ketika hal-hal itu belum jelas, beredar isu bahwa beberapa klub top mengundang pemain berusia 35 tahun itu. Tiga di antaranya adalah AC Milan, Bayern Munich, dan Manchester City.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yang menarik, sebagian suporter Madrid berharap Cannavaro meneruskan karirnya di Bernabeu. Kabarnya telah beredar petisi supaya klub memberinya perpanjangan kontrak buat pemain terbaik dunia 2006 itu.

Petisi itu disebarkan sebuah kelompok fans di dalam stadion juga ke restoran dan bar-bar, saat berlangsungnya pertandingan Madrid melawan Valladolid pekan lalu. Intinya, kapten timnas Italia dinilai masih layak membela El Real.

"Atas dedikasi dia, capaian-capaiannya, kedisiplinan dia, dan Real Madrid -- Cannavaro harus lanjut," demikian penjelasan ketua fans club bernama Jesus Morera, sebagaimana dilansir dari Goal.

Yang tak kalah menarik, petisi serupa sudah dilakukan pula oleh suporter Napoli. Lewat sebuah stasiun radio setempat dua minggu lalu, tanda tangan yang berhasil dikumpulkan akan direkomendasikan kepada klub untuk membawa pulang Cannavaro.

Seperti diketahui, Cannavaro adalah anak kota Naples yang merintis karir dari klub yang pernah dibesarkan Diego Maradona itu. Selepas Napoli ia sempat pula membela Parma, Inter Milan, dan Juiventus.

Ketika karirnya mulai di fase akhir, pria setinggi 176 cm itu kerap mengutarakan keinginan pensiun di klub pertamanya itu. Namun, ia sempat tercekat ketika presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, sempat keceplosan dengan menyebutnya ketuaan.

Karuan saja pernyataan ini menimbulkan kehebohan termasuk di kalangan suporter Napoli. Belakangan sang presiden mencabut komentarnya itu dan meminta maaf. Cannavaro bermain di Madrid sejak musim panas 2006, setelah ia memimpin Italia menjuarai Piala Dunia di Jerman.
(a2s/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads