Bersama Sacchi, Milan disebut-sebut sebagai dream team di awal era 90-an. Mereka sukses merengkuh bebgai titel baik di kompetisi domestik, seperti titel Seri A di tahun 1988, dan juara Eropa pada tahun 1989 dan 1990.
Mantan Pelatih Milan yang juga mantan direktur olahraga Real Madrid, ini melayangkan pujian kepada Barcelona atas konsistensi permainan gemilangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sachhi melihat terdapat perbedaan karakter antara Milan ketika dipimpinnya dengan Barcelona di bawah besutan Guardiola. ”Saya pikir secara teknik mereka lebih bagus dari pada Milan ketika saya pegang. Mereka bermain lebih spektakuler. Namun secara fisik, tim saya lebih kuat karena kami lebih tangguh,” tambahnya.
Sacchi juga memuji langkah Barca yang berani menggantikan Rijkaard dengan Guardiola. Menurutnya, Guardiola telah berhasil menciptakan nuansa kebersamaan ke dalam tubuh Barca.
”Sukses mereka saat ini muncul dari keputusan klub yang memiliki ide brilian untuk merekrut Guardiola,”
”Sebelumnya. Barca juga memiliki skuad yang luar biasa ketika ditangani Rijkard. Namun sekarang mereka memiliki superstar. Semangat kebersamaan menjadi prioritas."
(roz/arp)










































