Satu gol Forlan ke gawang Almeria kala Atletico menekuk Almeria dengan skor 3-0, Minggu (31/5/2009) dinihari WIB, sudah cukup untuk mengantarkan penyerang Uruguay itu memuncaki daftar top pencetak gol terbanyak La Liga dengan 32 gol.
Ia tak terkejar oleh bomber Barcelona Samuel Eto'o, yang di saat bersamaan hanya mendulang satu gol kalah timnya bermain 1-1 melawan Deportivo La Coruna di Riazor Stadium. Total Eto'o hanya mengoleksi 30 gol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan 32 gol itu, Forlan memperoleh 64 poin dalam perhitungan top skorer liga Eropa, dan untuk kali keduanya menyandang predikat penyerang paling subur di Eropa. Trofi Sepatu Emas alias Golden Shoe pun akan menjadi miliknya.
Eto'o sebenarnya lebih diunggulkan untuk menjadi top skorer La Liga terkait performa dia dantimnya yang menggila musim ini. Buktinya, di awal tahun ia sudah mencetak 17 gol dan unggul 10 dibanding Forlan.
Bahkan di pengujung Maret, jarak aman masih terjaga meski keduanya sama-sama mampu menambah masing-masing tujuh gol. Publik boleh jadi mudah mengira bahwa Eto'o akan mencaplok gelar top skor seperti pada musim 2006.
Namun Forlan meningkat ketajamannya. Sepanjang April dan Mei, Diegol -- begitu julukannya -- mengamuk seada-adanya. Di saat Eto'o cuma menambah empat gol, Diego bikin tiga kali lipat alias 12 gol!
Pekan ke-37 lalu jadi kunci ketika Forlan mencetak hat-trick Forlan untuk memenangkan Atletico atas Athletic Bilbao dengan skor 4-1. Itulah yembuatnya mengungguli Eto'o dengan surplus dua gol. Forlan pun mengulang hal sama seperti empat musim sebelumnya, saat menyalip Eto'o di pekan akhir La Liga.
Ranah Spanyol sepertinya jadi tempat bersahabat buat Forlan di benua Eropa. Tak seperti di Inggris, pelabuhan pertamanya di benua Eropa, ketika memperkuat Manchester United, Forlan tampil melempem.
Sejak hijrah dari Independiente pada 2001, pria 30 tahun itu hanya mampu mencetak 17 gol dari 96 penampilannya bersama The Red Devils di seluruh kompetisi.
Musim 2005 menjadi kebangkitan pengoleksi 50 caps bersama Uruguay itu, di musim pertamanya bermain untuk Villarreal. Ia langsung menunjukkannya dengan meraih gelar top skorer dan European Golden Boot Award dengan torehan 25 gol.
Penampilannya agak sedikit menurun di dua musim berikutnya, saat ia hanya mencetak 10 dan 19 gol.
Di musim panas 2007 Los Rojiblancos menggaetnya untuk mengisi tempat Fernando Torres yang hijrah ke Liverpool. Banderol sebesar 21 juta euro mampu ditebusnya dengan 16 gol di kesempatan perdana berkostum merah putih milik Atletico.
Di musim keduanya alias musim ini, Forlan memberi sinyal kepada publik Vicente Calderon untuk segera melupakan Torres, dengan membukukan 32 gol dari 33 penampilannya di La Liga, serta membawa klub tersebut kembali berlaga di Liga Champions 2010 lewat jalur kualifikasi.
Duetnya dengan Sergio Aguero di lini depan tim asuhan Abel Resino itu juga menjadi momok bagi para pemain belakang tim-tim lawan. Kombinasi kedua menyumbangkan 49 gol Atletico. (mrp/a2s)











































