Saat menghadapi tuan rumah Afrika Selatan di perebutan tempat ketiga turnamen, Minggu (28/6/2009) malam, Guiza baru dimainkan di menit 58, menggantikan Fernando Torres. Saat itu kedudukan masih tanpa gol.
Masuknya penyerang berusia 28 tahun itu mengubah semuanya. Setelah Afsel membuka skor melalui Katlego Mphela di menit 73, Guiza-lah yang mencetak gol penyama di menit 88, dan semenit kemudian mengukir gol keduanya untuk membalikkan keadaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentang Guiza, biasanya ia membuat gaya "memanah" setiap habis bikin gol. Tapi kali ini tidak. Selebrasinya setelah mendulang dua gol tersebut adalah berlari ke arah bench timnya, dan memeluk bek Carlos Marchena.
"Saya ingin kembali ke Spanyol secepatnya. Dan saya berharap Marchena bisa membantuku bergabung ke Valencia," Guiza mengungkapkan motifnya itu kepada kantor berita Spanyol EFE seusai pertandingan.
Rupanya Guiza memang sudah tak kerasan di klubnya saat ini, Fenerbahce. Hanya satu musim setelah meninggalkan Spanyol, ia berniat meninggalkan Turki dan kembali ke tanah leluhurnya, tempat ia membangun reputasinya, terutama ketika ia menjadi top skorer La Liga bersama Mallorca di musim 2007/2008.
Guiza digaet Fenerbahce pasca Euro 2008, bersamaan dengan pelatih "Matador" Luis Aragones. Ia dibeli seharga 14 juta euro, yang menjadikannya sebagai pemain asing termahal yang pernah bermain di Liga Turki.
Dari 44 pertandingan di semua kompetisi, Guiza hanya menorehkan 14 gol untuk Fenerbahce, yang di akhir musim memecat Aragones. Isu-isu di luar lapangan juga nyaris membuatnya tercoret dari daftar tim Spanyol di Piala Konfederasi.
Maka ketika Vicente del Bosque tetap melibatkan dirinya di Afrika Selatan, tidak ada komplain dari Guiza meskipun dia cuma disiapkan di bangku cadangan. Begitu dimainkan, ia membayarnya dengan mencetak dua gol tadi malam.
"Yang terpenting buat saya adalah ketika dapat kesempatan bermain, saya melakoninya dengan baik. Dan saya akan pulang dengan perasaan senang," tuturnya, dilansir dari Goal.com.
"Saya takkan marah pada siapapun karena tidak sering main. Terpilih ke dalam tim pun saya sudah senang. Yang saya harapkan adalah saya bisa terus dipanggil ke timnas berdasarkan gol-gol yang saya buat," tambahnya.
Guiza boleh jadi membidik Valencia -- klub yang dikapteni Carlos Marchena -- karena ada kemungkinan David Villa dijual ke klub lain, dan itu berarti ada lowongan untuk satu tempat di lini depan El Che. (a2s/nar)











































