Eto'o bukanlah pemain sembarangan. Dia pernah menjadi topskorer La Liga tahun 2006, pemain depan terbaik Liga Champions untuk tahun yang sama dan ada di posisi tiga Pemain Terbaik Dunia 2005.
Musim lalu, Eto'o juga menyumbang satu gol kala Barcelona menghajar Manchester United dengan skor 2-0 di final Liga Champions. Bersama si penyerang Kamerun itu juga Barca meraih treble musim lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagusnya, Ibrahimovic yang datang tidak kalah hebat. Bersama Inter Milan yang sebelumnya dia bela, Ibra pernah tiga kali juara Seri A. Gelar pemain Sepakbola Terbaik Seri A bahkan pernah dia raih dua kali (2005 & 2008). Belum lagi capaian Capocannoniere alias topskorer Seri A musim lalu.
Namun demikian, Ibra bukan hanya berniat jadi penyerang pengganti sepeninggal Eto'o saja. Dia boleh jadi mewarisi kostum nomor 9 yang sebelumnya dikenakan Eto'o, tapi Ibra berniat beda.
"Aku tak datang sebagai pengganti Eto'o karena aku adalah pemain berbeda. Aku datang untuk membawa sesuatu yang baru," tegas si pemain Swedia seperti dikutip Reuters.
Ibra jelas diharapkan membawa perbedaan untuk Barca agar bisa lebih oke. Itu mengapa klub Catalan tersebut rela kehilangan Eto'o plus merogoh kocek lagi demi bisa membawa Ibra yang bahkan masih sedikit mengalami retakan pada tangannya.
Kini, tinggal menanti bagaimana sepak terjang pemain berjuluk Ibrakadabra itu dalam membawa nuansa berbeda di Barca. (krs/din)











































