Adalah Manajer Inggris Fabio Capello yang menyuarakan pandangan tersebut. Dia mampu membandingkan Van Basten dengan Ibra karena memang pernah menangani keduanya.
Saat masih menukangi Milan di dekade 90-an, Capello pernah melatih Van Basten. Sementara saat membesut Juventus tahun 2004 Capello merekrut Ibra dari Ajax dan menanganinya sampai tahun 2006.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pengalamannya itu, Capello pun bisa menyimpulkan bahwa Ibra punya potensi menjadi lebih hebat ketimbang Van Basten kendati keduanya sama-sama seniman hebat di lapangan.
"Saya tahu membandingkan Van Basten dengan Ibrahimovic akan seperti membandingkan (lukisan Pablo) Picasso dengan (lukisan Mark) Rothko, tapi saya yakin Zlatan akan lebih tangguh dari Marco karena kekuatan dan tekniknya."
"Zlatan hanya harus belajar lagi dan jadi lebih matang, tapi dia pria cerdas. Dia juga diberkati dengan kemampuan mencari posisi, membebaskan diri dari kawalan lawan dan di saat yang sama melihat operan, ruang atau peluang," papar dia.
Dari analisanya, Capello juga bisa memberikan perbandingan menarik antara Ibra dengan Van Basten. "Marco terlahir dengan bola di kakinya, dalam hal ini itu sesuatu yang sudah tertanam. Sementara Zlatan terlalu cinta dengan bola, kadang dia keasyikan bermain trik ketimbang menendang bola."
Dari sosok yang suka asyik sendiri, Ibra sekarang sudah jadi penuntas serangan nomor wahid. "Itu semua berubah setelah saya memperlihatkannya video Van Basten. Sejak itu dia bermain lebih dekat ke kotak penalti," aku Capello.
Dari pelbagai perbedaan itu, Capello melihat setidaknya ada satu persamaan besar di antara kedua pemain yang pernah dia tangani tersebut: keanggunan bak seorang seniman.
"Kita bicara tentang sosok-sosok raksasa yang seperti memperlihatkan puisi dalam gerakannya," pungkas Capello.
(krs/roz)











































