Gemerlap Negeri Matador

Jelang Liga Spanyol 2009/10

Gemerlap Negeri Matador

- Sepakbola
Selasa, 25 Agu 2009 12:51 WIB
Gemerlap Negeri Matador
Jakarta - Untuk kali pertama setelah beberapa tahun, Liga Spanyol pantas mengesampingkan Premier League dan menyebut dirinya sebagai kompetisi lokal paling gemerlap di Eropa. Belanja luar biasa Real Madrid dan sukses besar Barcelona jadi kilau di tanah Matador.

Luar biasa apa yang dilakukan Madrid sepanjang musim panas ini. Saat banyak klub di Eropa mengencangkan ikat pinggang demi menyeimbangkan neraca keuangannya, klub tersukses Spanyol itu malah melakukan belanja gila-gilaan.

Kaka mengawali kehebohan Liga Spanyol saat dibeli dari AC Milan dengan banderol 65 juta euro. Dalam hitungan hari Los Merengues kembali memadati headline banyak media dunia saat memecahkan rekor transfer dunia untuk memboyong Cristiano Ronaldo dari Manchester United. Kas Madrid terkuras 94 juta euro untuk mengubah CR7 menjadi CR9.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Florentino Perez pun kemudian terus mewujudkan ambisinya untuk membangun Galacticos jilid kedua dengan mendatangkan Karim Benzema, Xabi Alonso hingga Raul Albiol. Total uang belanja Madrid di musim panas ini adalah 252 juta euro atau sekitar Rp 3,6 triliun.

Dibanding Madrid, belanja Barcelona bisa dibilang tidak ada apa-apanya. Total uang yang dikeluarkan El Barca untuk memperkuat skuadnya musim ini cuma 64,5 juta poundsterling (Rp 925,6 M), tak sampai sepertiga dari apa yang dibelanjakan seteru abadinya itu.

Meski minim, pembelian yang dilakukan Barcelona secara signifikan juga menambah kilau Liga Spanyol. Yang diboyong ke Nou Camp oleh Pep Guardiola adalah Zlatan Ibrahimovic, striker yang disebut-sebuat sebagai yang terbaik di Seri A Italia. Dia datang dengan harga 46 juta euro (Rp 660,1 M) plus Samuel Eto'o yang dioper ke Giuseppe Meazza.

Daftar belanja The Catalans musim ini masih termasuk striker belia Brasil, Keirrison, yang ditebus dengan 14 juta euro dari Palmeiras dan Maxwell yang diboyong juga dari Inter Milan.

Apa yang dilakukan Madrid dan Barcelona musim panas ini melangkahi dominasi Premier League yang dalam beberapa musim ke belakang mendominasi pasar bursa dengan pembelian bintang-bintang papan atas Eropa. Apalagi di musim 2009/10 ini Carles Puyol cs memegang status jawara Eropa setelah memenangi Liga Champions.

Lalu apakah La Liga akan menggeser Premier League sebagai kompetisi teratas di Benua Biru?

Dalam hal uang belanja dan kebintangan pemain yang dimiliki mungkin itu sudah terjadi. Tapi untuk menurunkan Liga Inggris dari posisi teratas tak semudah itu, karena UEFA melakukan penghitungan, yang salah satunya, melalui raihan klub-klub negara tersebut di kompetisi Eropa.

Keberhasilan Premiership menempatkan tiga klubnya di semifinal Liga Champions dua musim berturut-turut adalah sesuatu yang sulit diikuti. Padahal jurang pemisah Madrid-Barcelona dengan klub-klub lainnya sangatlah dalam, yang membuat klub lain di luar dua raksasa tersebut sulit bertarung di kompetisi sekelas Liga Champions.

Yang kemudian disayangkan dari gemerlap Negeri Matador di musim ini adalah tiadanya televisi terestrial yang menayangkan siaran langsung. RCTI yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi pemegang hak siar memutuskan tak melanjutkan tayangan tersebut dengan alasan biaya yang kelewat tinggi.

Well, apapun fakta yang mengiringi, Liga Spanyol akan menggulirkan roda kompetisinya di akhir pekan ini. Akankah belanja besar Madrid akan bisa mematahkan Barcelona yang sangat dominan musim lalu? Semua tentu baru akan diketahui saat La Liga Primera mengakhiri kompetisinya pada 16 Mei mendatang.

(din/arp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads