Barca dengan pelatih mudanya, Josep Guardiola, musim lalu tampil merajai Eropa. Setelah tampil dominan di liga domestik, mereka unjuk kebolehan di Liga Champions. Ujung-ujungnya, mereka keluar sebagai juara di dua ajang tersebut, plus terakhir adalah Copa del Rey.
Sementara Madrid? pasukan berjuluk Los Blancos ini urung meraih satu gelar pun. Padahal skuad mereka tak kalah mentereng. Rafael Van der Vaart didatangkan pada awal musim, menyusul kemudian Klaas-Jan Huntelaar pada bursa transfer musim dingin. Mereka bergabung dengan bintang-bintang lain semisal Wesley Sneijder dan Arjen Robben.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perez mampu mendatangkan pemain-pemain kelar top seperti Kaka dan Cristiano Ronaldo, dua nama yang dulu juga dijanjikan oleh Calderon namun gagal diwujudkannya. Selain Kaka dan Ronaldo, Perez juga membuat Karim Benzema dan Xabi Alonso kini berkostum putih El Real. Los Galacticos II pun terbentuk.
Kehadiran pemain-pemain berstatus bintang itu pun membuat nama-nama lama tertepikan atau bahkan tersingkir. Huntelaar dilego ke AC Milan sementara posisi Sneijder dan Van der Vaart kerap dipertanyakan; apakah mereka akan dipertahankan atau dijual.
Di kursi pelatih, Juande Ramos yang menemani Madrid sampai ke penhujung musim juga didepak. Posisinya digantikan oleh Manuel Pellegrini, orang yang berjasa menempatkan Villarreal di papan atas Liga Spanyol dalam beberapa musim terakhir.
Pellegrini mungkin bukan pelatih yang jelek, tapi dirinya belum pernah menangani tim yang bertaburkan bintang. Menangani Madrid akan menjadi ujian tersendiri untuknya. Tampil jelek, bukan tak mungkin ia akan dilengserkan, seperti banyak pelatih yang sudah-sudah.
Dengan perombakan yang sudah menelan dana ratusan juta euro itu, Madrid pun membidik dominasi. Juara La Liga adalah keharusan, sementara Liga Champions adalah sesuatu yang juga harus diperjuangkan.
Madrid pun sudah menunjukkan mereka bisa tampil brilian dengan bintang-bintang mereka itu. Lihat saja ketika mereka meghantam Borussia Dortmund 5-0 di laga persahabatan beberapa hari silam. Masalahnya, bagaimana bila mereka berhadapan dengan tim besar di La Liga, seperti Barca misalnya.
Demikian pula di level Eropa. Selain Barca sendiri, masih banyak tim lain yang melakukan pembenahan demi meraih trofi juara. Tentunya Madrid tak bisa begitu saja mencoret nama-nama semodel Manchester United, Chelsea, Liverpool, ataupun Inter Milan, AC Milan dan Juventus.
Kalau begini hanya Madrid sendiri yang tahu, sampai di mana kekuatan mereka. Sementara yang menonton hanya bisa menyaksikan, dengan kekuatan barunya, sampai mana Madrid akan melangkah musim ini?Β Β Β
(roz/din)











































