Ibra memulai petualangannya di Seri A pada tahun 2004 ketika hijrah ke Juventus dari Ajax Amsterdam. Usai Juve terdegradasi ke Seri B karena kasus Calciopoli pada 2006 silam, Ibra pindah ke Inter Milan dan membawa tim tersebut langganan juara.
Musim panas ini menjadi akhir perjalanan kehidupan Ibra di Negeri Pizza setelah ia memutuskan menerima pinangan Barcelona. Meskipun La Liga baru dimulai akhir pekan ini, Ibra menilai gaya bermain di ranah Spanyol lebih berwarna dan aktraktif dibanding Seri A yang lebih mengedepankan pertahanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sini, saya tidak merasakan stress seperti saya bermain di Inter. Alur permainan dan atmosfer di sini lebih rileks dan saya dapat konsen untuk bermain sepakbola," sambungnya.
Apalagi di El Barca, Ibra tidak lagi jadi protagonista alias penentu kemenangan tim, seperti yang biasa ia lakoni selama berkostum Nerazzuri. "Bermain bersama Barcelona, lawan-lawan kami harus memberi perhatian kepada banyak pemain (berbahaya), tidak seperti di Inter."
Lalu apa lagi yang bikin kau cepat luluh pada pesona La Liga, Ibra? Kedatangan dua mega bintang, Kaka dan Cristiano Ronaldo, serta setumpuk pemain berkualitas lainnya diyakini Ibra membuat La Liga lebih istimewa dibanding Seri A bahkan Liga Primer Inggris.
"La Liga mengambil dua pemain terbaik dari Seri A dan Liga Primer. Liga ini sangat spesial." tuntas striker berkebangsaan Swedia itu. (mrp/key)










































