Begitu Madrid kalah dari Sevilla akhir pekan lalu, yang merupakan kekalahan pertamanya di musim ini, media-media di Spanyol menyajikan pemberitaan yang beragam tentang apa yang terjadi di dalam tubuh El Merengues.
Presiden Florentino Perez, misalnya, konon merasa tak siap dan kecewa dengan kekalahan tersebut. Kualifikasi Pellegrini pun mulai diungkit-ungkit, meskipun dari delapan pertandingan mereka mencetak tujuh kemenangan, 25 gol, dan kemasukan enam gol (saja).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Contohnya adalah dia tidak menegur Cristiano Ronaldo yang sempat terlihat marah ketika diganti di babak kedua di sebuah pertandingan. Namun pada pemain tertentu yang lain ia bersikap lebih keras.
Tentang sorotan pada Pellegrini, dua direktur Madrid, Miguel Pardeza dan Jorge Valdano, mencoba menggambarkan keadaan yang sebenarnya, setelah mereka mengadakan pertemuan dengan yang bersangkutan.
"Percakapan biasa saja, saling tukar pandangan. Pellegrini tahu dia punya waktu untuk mengoreksi kesalahan-kesalahannya. Benar bahwa kami menyoroti kerapuhan kami dalam menghadapi bola-bola mati," terang Pardeza kepada Marca.
Ia juga mengatakan bahwa Madrid saat ini "masih mengandalkan inspirasi dari momen-momen individu". "Tujuannya, tentu saja, untuk mencapai keharmonisan tim dan gaya bermain. Kami butuh waktu."
Meski demikian, semata-mata bersandar pada seorang Ronaldo juga tidaklah mungkin. Madrid bagaimanapun merupakan tim yang dihuni banyak pemain hebat. Hanya saja mereka butuh waktu, berpikir, dan tidak tegang dalam menghadapi situasi semacam ini.
Soal Pellegrini yang masih menerapkan kebijakan rotasi pemain -- hal mana konon membuat Karim Benzema agak kecewa -- , Pardeza membela pelatihnya itu.
"Rotasi sepertinya dilihat sebagai sebuah hambatan yang merintangi sebuah tim. Anda memang bisa memenangi banyak pertandingan dengan 11 orang, tapi untuk meraih titel juara Anda butuh sebuah skuad," pungkasnya. (a2s/nar)











































