Bila membandingkan pencapaian Barcelona dengan Madrid sejak awal tahun 2009 ini, maka akan terpampang perbedaan yang cukup mencolok.
Pada bulan Mei 2009, El Barca merengkuh tiga gelar juara yakni La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions. Sementara tidak ada trofi yang masuk ke lemari piala El Real di akhir musim 2008/09.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu-satunya yang membedakan kami dengan Barcelona adalah mereka memiliki tim yang luar biasa, sementara kami hingga kini belum," ujar Guti kepada Marca seperti dilansir dari Goal.
Bahkan pemain berkebangsaan Spanyol itu tak ragu memuji entrenador Barca, Josep Guardiola. "Meski menyakitkan, namun saya katakan saya suka Guardiola," ujar Guti.
Pemain Madrid bernomor punggung 14 itu mengatakan timnya butuh waktu untuk menjadi hebat seperti seteru abadinya itu.
"Dengan personel yang kami miliki, maka segalanya akan jadi sulit bila kami tak memulainya dengan baik. Seandainya kami punya waktu cukup, kami akan menjadi tim yang luar biasa."
Ucapan Guti merujuk kepada banyaknya pemain baru dalam tim utama Los Blancos, seperti Cristiano Ronaldo, Kaka, Karim Benzema, dan Xabi Alonso. Selain itu pelatih Manuel Pellegrini juga masih terus mencari formula rotasi pemain yang tepat.
Sementara bagi Barcelona, hanya Zlatan Ibrahimovic yang merupakan wajah baru di tim utama, sehingga Azulgrana tidak memerlukan waktu adaptasi yang lama.
Meski begitu Guti tidak setuju bahwa kekalahan atas Sevilla menjadi awal dari keruntuhan Los Galacticos. "Saya terkejut dengan datangnya keraguan terhadap pelatih kami Manuel Pellegrini atas hasil yang kami peroleh akhir pekan lalu. Tidak ada tim yang bisa jadi juara hanya dalam enam pekan pertama," tuntasnya.Β Β Β Foto: Guti (kanan) merayakan gol bersama Arjen Robben dalam laga La Liga musim lalu, April 2009 (AFP)
(nar/a2s)











































