Setelah melalui awal musim dengan mengesankan, Madrid mulai disapa kekalahan. Yang pertama diberikan oleh Sevilla --yang di papan klasemen ada di posisi tiga di bawah Madrid-- pada awal bulan Oktober ini dalam kompetisi La Liga Primera.
Masih di bulan yang sama, El Real takluk lagi. Kali ini giliran Milan si jawara Eropa tujuh kali yang melibas para pemain bintang Madrid di Santiago Bernabeu dalam ajang Liga Champions.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir kami harus menempatkan diri di posisi Madridista. Kami minta maaf. Tampilan yang kami tunjukkan malam ini sama sekali tidak melambangkan klub ini dan sejarah yang ada di dalamnya," ucap Raul mencoba memahami kekecewaan fans.
Kalah dari tim yang di atas kertas levelnya jauh di bawah Madrid jelas jadi sebuah pukulan telak untuk klub raksasa Spanyol tersebut. Namun, Raul berjanji perfoma jelek hari ini akan dilunasi dengan tiket lolos ke babak selanjutnya lewat penampilan memukau di leg II.
"Tim ini harus tetap kuat, dan pada hari yang mengecewakan seperti ini kami harus melihat sisi positifnya. Kami melakukan yang terburuk hari ini, jadi mulai besok kami harus terus berusaha. Orang-orang ingin lihat kami menang, jadi tergantung kami untuk mewujudkannya."
"Jika ada klub yang bisa memutarbalikkan situasi, itu adalah Real Madrid. Kami takkan menyerah. Kami akan bertemu lagi dalam dua pekan, saat itu kami punya peluang untuk mengobati luka," seru Raul di situs Madrid.
Tahun lalu Madrid sudah tersingkir dari Copa del Rey pada babak 32 besar. Mereka kalah dari klub Real Union yang kini kini bermain di Segunda Division. Kali terakhir Los Blancos jadi kampiun di kompetisi ini adalah pada 1993 silam. (krs/a2s)











































