Pellegrini yang sukses membawa Villarreal ke papan atas Liga Spanyol dalam beberapa tahun terakhir di musim panas lalu diboyong untuk menjadi pelatih Madrid. Di Santiago Bernabeu dia mendapat tugas untuk mengatur pemain-pemain bintang kenamaan yang juga datang bersamaan dengannya.
Pellegrini memulai musim dengan cukup baik dengan memenangi lima pertandingan liga berturut-turut. Namun bahtera Los Blancos mulai goyang sejak tim ini dikalahkan Sevilla 1-2. Meski setelah itu berhasil kembali menang atas Valladolid 4-2, Merengues mendapati tiga pertandingan terakhir di semua kompetisi dengan predikat yang jauh dari kata memuaskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pellegrini pun menuai kecaman dari berbagai pihak. Kemampuannya mulai dipertanyakan dan tema ini memenuhi media Spanyol dan Eropa.
Menurut Pires yang pernah bekerja sama dengan Pellegrini selama tiga tahun, mantan pelatihnya itu merupakan arsitek tim yang handal. Ia lantas menilai bahwa kekurangcakapan Pellegrini dalam menangani situasi di Madrid saat ini disebabkan oleh tekanan yang ada pada pelatih berusia 56 tahun itu.
Selama di Villarreal Pellegrini memang tidak dituntut banyak mengingat tim ini juga tidak memiliki sumber daya pemain yang cukup mentereng. Kondisi berbeda terjadi di Madrid yang selalu meminta hasil meyakinkan di setiap laga.
"Ini bukan situasi yang sama antara Villareal dan Real Madrid. Anda tidak bisa membandingkan dua tim itu," tutur mantan pemain Arsenal itu di Sport.
"Saya sangat menyukai dengan gaya yang ia terapkan, dan saya dapat mengerti bahwa situasi sulit ini karena sekarang dia mendapat banyak tekanan," terangnya. (a2s/key)











































