Diberitakan Bloomberg, sebanyak enam toko apparel yang terletak di Kota Madrid mengaku kalau jumlah penjualan jersey dan atribut Madrid tak sebanyak saat Beckham diboyong dari Manchester United tahun 2003 lalu. Selisihnya cukup jauh karena penjualan kostum "Si Putih" lebih rendah 20% dibanding enam tahun lalu.
"Tahun di mana Beckham datang sungguh luar biasa, bahkan toko permen membuat kue bergambar wajahnya. Kami kehabisan jersey tim, sekarang kami selalu masih punya stok kostum tim reserve," ungkap Isabel Botia, seorang pengelola toko di wilayah Madrid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai catatan, pendapatan klub raksasa Spanyol itu meningkat hingga 27% saat membeli Beckham dari MU. Total 22% dari seluruh pendapatan tersebut datang dari penjualan perlengkapan tim (jersey dan atributnya).
Tapi fakta di atas tak berarti kalau CR9 kalah populer dibanding Beckham. Minimnya peningkatan penjualan Madrid juga dikarenakan krisis ekonomi yang melanda dunia. Beberapa Vendor menyalahkan resesi dan tingkat pengangguran yang mencapai 19,3% jadi penyebab minimnya peningkatan pendapatan Madrid.
Sejauh ini, separuh dari total penjualan kostum Los Merengues terjadi di Madrid. Sementara 7% lainnya terjual di China.
Meski penjualan jersey meningkat dengan perlahan, namun Madrid diyakini masih akan mereguk keuntungan besar mengingat mereka sama sekali belum menggelar tur Asia dan benua-benua lain yang dianggap jadi pasar potensial.
Jadi, sejauh ini kuartet Bekham, Zinedine Zidane, Luis Figo dan Ronaldo sepertinya masih lebih laku ketimbang CR9, Kaka, Karim Benzema serta Xabi Alonso.
(din/roz)











































