Barcelona sejauh ini masih mempertahankan gaya yang mereka mainkan ketika memenangi treble musim lalu. Memang hasilnya tampak tidak secemerlang musim lalu, tapi secara umum Barca musim ini tetaplah Barca yang sama.
Pergantian sejumlah personel pun tidak terlalu memengaruhi gaya bermain Barca. Peran Samuel Eto'o sebagai ujung tombak pun dengan sangat baik disubstitusi oleh kehadiran Zlatan Ibrahimovic.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alhasil, skema 4-3-3 yang tetap menjadi pilihan utama Guardiola masih bisa berjalan dengan relatif lancar. Bukti terakhir diperlihatkan kala mereka membekap Inter Milan 2-0 di Liga Champions. Oh ya, itu tanpa Messi dan Ibra.
Sementara di Madrid, proyek Nuevo Galacticos bentukan Presiden Florentino Perez sejauh ini sudah mulai memperlihatkan hasil. Terasa belum maksimal memang, tapi Los Blancos masih menyisakan ruang perbaikan yang cukup lebar.
Pelatih baru, Manuel Pellegrini, didatangkan. Meski sedikit kedodoran, 'masakan' Pellegrini dengan bahan dan 'bumbu' pemain-pemain bintang seperti Kaka, Cristiano Ronaldo, Xabi Alonso dan Karim Benzema, sejauh ini cukup menggigit.
Berbeda dengan Guardiola, Pellegrini lebih menyukai skema 4-5-1 dengan beberapa variasinya. Titik tumpu strategi eks arsitek Villarreal itu berada di Alonso, Kaka, Ronaldo dan Benzema (atau Gonzalo Higuain).
Meski Barcelona dianggap lebih mengilap, posisi di klasemen justru memperlihatkan sebaliknya. Madrid untuk sementara memimpin La Liga dengan nilai 28, unggul satu angka dari Barca meski yang kedua ini memiliki catatan memasukkan-kemasukan yang lebih baik.
"Secara statistik, Barcelona tidak mencetak lebih banyak gol ketimbang kami. Dan kami tidak kebobolan lebih banyak daripada mereka," elak Pellegrini seperti dikutip situs Madrid.
"Barcelona bermain dengan gaya berbeda, tapi mereka punya konsep yang jelas. Kami terus mencari gaya yang berbeda dari yang kami perlihatkan beberapa tahun ini walau saya tidak terlalu yakin bahwa gaya kami jauh berbeda," ulas entrenador berpaspor Cile itu.
Menarik untuk ditunggu, gaya mana yang lebih ampuh dalam menghabisi lawan. Bukti sahih bakal didapat setelah laga 90 menit di Stadion Nou Camp, Minggu (29/11/2009).
(arp/key)











































