Ronaldo menjadi pusat perhatian duel Real Madrid versus Malaga di Santiago Bernabeu, Senin (25/1/2010) dinihari WIB, yang dimenangi tuan rumah dengan skor 2-0. Ia memborong kedua gol tersebut, tapi juga diusir dari lapangan di menit 70.
Wasit mengacungkan kartu merah kepada pemain termahal dunia itu karena mengayun tangannya ke belakang saat mereaksi sergapan bek Malaga, Patrick Mtilinga. Akibatnya, wajah Mtilinga tersikut dan berdarah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia mungkin masih belum tahu apa yang telah dia lakukan. Tapi yang seharusnya dia lakukan adalah meninggalkan lapangan dengan meminta maaf kepada lawannya, ketimbang mengangkat tangan ke udara dan melakukan protes," sambung Sanz, seperti dikutip Reuters.
Sementara itu pelatih Madrid Manuel Pelledrini mengaku tidak melihat insiden itu dengan jelas. Namun direktur sport Jorge Valdano memberi pembelaan buat Ronaldo.
"Wasit harus paham, mana pemain yang ingin menghibur dan yang ingin merusak tontonan," tukasnya. "Cristiano ingin bermain (sepakbola). Ketika seorang pemain memegang dia dari belakang, dia mencoba melepaskan diri. Pemain lain mungkin akan menjatuhkan diri untuk mencari pelanggaran."
Ditambahkan Valdano, Ronaldo adalah tipe pemain yang perlu mendapat perhatian khusus dari wasit dari potensi dikerjai pemain-pemain lawan. Soal kartu merah tersebut, ini adalah kali kedua Ronaldo diusir dari lapangan di pertandingan La Liga, setelah yang pertama saat melawan Almeria bulan lalu. (a2s/krs)











































