Ronaldo adalah bintang yang ironis dalam duel Real Madrid kontra Malaga di Santiago Bernabeu, Senin (25/1/2010) dinihari WIB. Memborong kedua gol kemenangan timnya, ia harus menyudahi pertandingan sebagai pemain yang dikartu merah.
Pemain termahal dunia itu diusir dari lapangan karena menyikut Mtilinga di menit 70. Presiden Malaga Fernando Sanz mengecam dia karena tidak terlihat meminta maaf kepada pemain yang ia patahkan hidungnya itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku ke ruang ganti Malaga kok, untuk berbicara dengan Mtilinga dan minta maaf. Tapi dia bilang aku tak perlu minta maaf karena dia tidak merasa aku sengaja melukai dirinya," tutur pemain internasional Portugal itu, seperti dilansir situs resmi Madrid.
"Aku tahu, Anda melihat darah di layar TV. Tapi aku cuma berusaha melepaskan diri. Aku tak pernah mencederai siapapun. Aku selalu ingin main dan hal-hal seperti ini membuatku marah."
Lebih lanjut Ronaldo mengatakan dirinya bernasib sial karena ayunan tangannya mengenai hidung Mtilinga. Karena menganggap tidak sengaja, ia pun merasa kartu merah yang ia terima berlebihan.
"Aku tak pernah berusaha mengelabui wasit, tak pernah berniat mencederai pemain. Aku yakin mereka juga mesti fair dengan apa yang sungguh terjadi. Aku tak ingin mencederai siapapun. Aku bukan orang seperti itu. Aku bukan orang jahat. Aku cuma ingin bersinar jika bermain bola. Saat pulang ke rumah nanti aku pasti akan merasa marah karena aku tak bisa main di pertandingan berikutnya." (a2s/nar)











































