Madrid memberi hiburan besar pada publik Santiago Bernabeu, Senin (22/2/2010) dinihari WIB, dengan mempecundangi Villarreal 6-2. Kemenangan ini bisa mengobati hasil negatif di leg pertama babak 16 besar Liga Champios empat hari lalu.
Diakui Pellegrini, kekalahan dari Lyon tersebut mempengaruhi tim karena sebelumnya mereka sedang dalam grafik bagus. Maka, kemenangan ini mengembalikan semangat anak-anak El Real, sekaligus menjaga jarak rapat dengan pimpinan sementara La Liga, Barcelona.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentang individu-individu, pelatih asal Cile itu memuji Kaka yang mencetak dua gol. "Akhir-akhir ini ia begitu banyak membuat assist. Saya tidak heran dengan penampilan-penampilannya yang bagus," ujarnya tentang gelandang serang Brasil itu.
Raul juga diberinya catatan. Ikon El Merengues ini masih lebih sering menjadi pemain pengganti, termasuk di partai ini ketika ia baru diturunkan di sembilan menit terakhir menggantikan Kaka.
"Teriakan semangat untuk Raul menunjukkan betapa berartinya dia di sini, dan simbol-simbol karirnya di Real Madrid. Saya katakan berulang kali, saya memasukkan dia karena saya percaya pada dia, bukan karena merasa berkewajiban memainkan dia untuk bermain beberapa menit," tukas Pellegrini, dikutip dari situs resmi Madrid.
Pemain lain yang dibahas sang pelatih adalah Mahamadou Diarra. Gelandang bertahan Prancis itu mendapat kritikan karena performanya yang dinilai buruk saat menghadapi Lyon. Tapi Pellegrini pasang badan buat dia.
"Tidaklah adil menyalahkan satu pemain atas kekalahan di Lyon. Itu memang salah satu permainan terburuk kami di musim ini. Mahamadou bekerja keras di sepanjang pertandingan. Kondisinya bagus dan saya mendukung dia. Saya ingin orang tahu bahwa Lassana Diarra sudah punya satu kartu kuning dan tidaklah baik memberinya risiko dapat kartu lagi. Saya betul-betul percaya pada Mahamadou Diarra karena setiap hari dia berlatih di level yang tinggi."
Hal lain yang diceritakan Pellegrini adalah perihal gol pamungkas yang dicetak Xabi Alonso dari titik putih. Yang ia garisbawahi adalah sikap tida egois pemain-pemainnya.
"Kaka dan Cristiano Ronaldo adalah yang bertugas mengambil tendangan penalti. Tapi mereka setuju Xavi harus mencoba yang satu itu karena kemenangan kami sudah besar, dan dia pun ingin mencetak sebuah gol," ungkap sang pelatih.
(a2s/a2s)











































