Madrid yang tampil di bawah puluhan ribu pendukungnya di Santiago Bernabeu, Minggu (11/4/2010) dinihari WIB, tak mampu mengeluarkan permainan terbaiknya selama 90 menit. Modal 12 kemenangan beruntun dan selalu menang di 15 partai kandang musim ini menguap begitu saja.
Barca yang tampil sebagai tamu justru tampil lepas dan kalo boleh dibilang mendominasi jalannya laga dengan penguasaan bola 55 berbanding 45 persen. Hasilnya Madrid harus takluk lewat sepasang gol dari Lionel Messi dan Pedro Rodriguez.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan posisi seperti ini, Madrid relatif tertinggal selangkah lebih sedikit dibanding rivalnya itu dalam perebutan gelar juara. Bekal Barca adalah mereka unggul head to head serta produktifitas gol yang jadi acuan penentu peringkat.
Melihat kenyataan tersebut, Pellegrini tak mau menyerah dan menilai peluang timnya untuk menyalip Barca dan menjadi juara tetap ada. Selama musim belum usai, segala kemungkinan pun dianggapnya masih bisa terjadi.
Lawan berat yang menanti Madrid tinggal Valencia sedangkan Barca masih harus bertemu Deportivo La Coruna, Espanyol, Villarreal dan Sevilla.
"Ini adalah pukulan telak untuk kami namun mereka (Barca) belum bisa memastikan diri mereka adalah juara," tegas pelatih Madrid berkebangsaan Cile itu dalam jumpa pers seperti dilansir Reuters.
Terakhir ketika ditanya soal nasibnya di kursi kepelatihan Madrid apabila gagal membawa Madrid juara, Pellegrini pun memilih untuk bungkam.
(mrp/arp)
