Sekitar sepuluh bulan silam Madrid begitu agresif di bursa transfer. Triliunan rupiah dibelanjakan oleh Los Merengues untuk mendatangkan pemain berstatus bintang.
Namun para megastar itu ternyata belum berhasil menghadirkan prestasi apa pun bagi Madrid di musim ini. Ini merupakan kali kedua secara berturut-turut Los Blancos mengakhiri musim tanpa trofi setelah musim lalu hal serupa terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang mengakhiri musim tanpa trofi memang terasa pahit. Namun kami harus terus ingat bagaimana kami kehilangan poin di laga-laga penting. Ini bukan waktunya menyesal. Kami harus belajar dari kesalahan yang terjadi," tegas bek Sergio Ramos di situs resmi Madrid.
Di La Liga musim ini tim yang bermarkas di Santiago Bernabeu tersebut empat kali menelan kekalahan yakni dua kali diderita dari Barcelona, kemudian Sevilla dan Athletic Bilbao.
Di Copa del Rey langkah tim asuhan Manuel Pellegrini dihentikan oleh tim gurem Alcorcon. Sedangkan di Liga Champions Madrid masih belum berhasil keluar dari kutukan 16 besar di mana musim ini Lyon menjadi pelakunya.
"Di sepanjang tahun ini kami beberapa kali mendapatkan pukulan telak. Masalahnya terletak pada kesalahan yang kami lakukan di momen-momen penting. Namun kami selalu bisa pulih dari kondisi ini," timpal Raul Albiol.
Triliunan rupiah sudah dikeluarkan. Hasil nyata sejauh ini belum terlihat. "Anda tidak bisa menuntut bahwa proyek (Los Galatcicos) ini bisa bekerja dalam waktu yang singkat," kata gelandang Esteban Granero.
"Yang jelas kami musim depan bakal semakin kuat. Kami tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi," tegasnya.
(nar/mrp)











































