sepakbola

Menunggu Rencana Mourinho

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video Infografis

Menunggu Rencana Mourinho


- detikSepakbola

Jakarta - Jose Mourinho dipastikan hengkang dari Inter Milan dan akan menjadi pelatih Real Madrid musim depan. Bagaimana rencana The Special One untuk Los Merengues nantinya?

Mourinho meninggalkan Inter saat di puncak. Nerazzurri dibawanya merengkuh tiga trofi: Liga Champions, Seri A dan Coppa Italia. Madrid akan jadi pelabuhan berikut karir Mourinho.

Masalahnya, Madrid memiliki karakter yang berbeda dibanding Inter atau Chelsea, klub Mourinho sebelumnya. Di klub pemilik 31 gelar juara Liga Spanyo itu, situasinya sedikit lebih kompleks.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada sejumlah isu yang harus dihadapi Mourinho nantinya. Beberapa di antaranya adalah:

Bintang
Madrid dipenuhi oleh banyak bintang kelas dunia seperti Cristiano Ronaldo, Kaka, Karim Benzema, dan lain-lain. Ego para bintang cum multi jutawan itu jelas sangat tinggi. Mou belum pernah menangani bintang sebanyak ini di Chelsea dan Inter.

Nyaris tidak mungkin membuat semua orang bahagia, tapi nantinya Mou pasti akan berhadapan dengan bintang yang tidak puas dengan sedikitnya waktu bermain. Bila ketidakpuasan itu ditunjukkan ke publik, masalah bisa membesar.

Mourinho sendiri sebenarnya tipe pelatih yang tegas dan tidak pernah mengistimewakan seorang bintang. Tapi pendekatan Mou saat melihat Mario Balotelli berulah membuktikan kalau gayanya kadang juga tidak bisa menekan ego anak asuhnya.

Suporter
Para pendukung Madrid adalah para pendukung yang kritis dan 'cerewet'. Kalau tim mereka bermain buruk, mereka tidak segan-segan mencemooh. Bisa jadi isu besar bila nanti Mourinho 'melawan' para suporter.

Tahun ini, meski tidak jadi juara, Madrid sebenarnya menorehkan prestasi cukup mentereng dengan mencetak 102 gol dalam 38 pertandingan. Masalahnya, Mou adalah pelatih yang pragmatis dan tidak mementingkan permainan menyerang.

Filosofi Mourinho, sepakbola adalah hasil. Ia tidak peduli apabila harus bermain ultra defensif dan mendapat kritik publik asalkan timnya juara. Nah, di sinilah potensi konflik lain antara Mourinho dengan suporter.

Petinggi Klub
Para petinggi Madrid bukanlah orang-orang yang sabar. Setelah membelanjakan ratusan juta euro untuk para bintang (dan nantinya kompensasi dan gaji Mourinho), maka mereka berharap prestasi.

Risiko pemecatan harus disadari Mourinho sejak dini. Sebagai catatan, ia adalah pelatih ke-11 dalam tujuh tahun terakhir perjalanan Madrid. Sebagai contoh, Bernd Schuster saja dipecat meski memberi Madrid gelar La Liga.

Nah, melihat isu-isu yang harus dihadapi oleh Mourinho itu, maka sesungguhnya menerima pekerjaan di Madrid adalah perjudian bagi Mourinho. Namun pria 47 tahun itu sudah terkenal dengan kejeniusannya. Jadi, mari kita tunggu saja rencana Mou untuk Madrid.



(arp/arp)











Hide Ads