Salah satu bukti bahwa Los Blancos merupakan tim yang sangat tajam dan agresif adalah 102 gol yang mereka kemas di La Liga 2009/10. Angka tersebut juga menjadi yang tertinggi di antara kontestan lainnya.
Meski begitu El Real masih kurang rapat dalam bertahan. Dalam lima musim terakhir La Liga, hanya dua kali Madrid bisa menutup kompetisi dengan kebobolan kurang dari 40 gol yakni temporada 2007/2008 (36 gol) dan 2009/2010 (35 gol).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semusim sebelumnya kondisi serupa terjadi. Gawang tim Santiago Bernabeu bergetar 40 kali, lebih buruk dari Valencia (33 kali). Padahal Madrid finis di posisi lebih baik dari pasukan Mestalla.
Madrid memang sudah sangat ahli dalam menyerang. Tapi catatan La Liga lima musim terakhir tersebut menunjukkan bahwa pasukan ibukota Spanyol masih harus memperbaiki diri kala bertahan.
Musim ini Madrid ditangani oleh pelatih yang dikenal dengan permainan bertahan dan pragmatis yakni Jose Mourinho.
"Sebelumnya saya menangani tim yang dihuni banyak pemain menyerang dan mereka bisa bermain bertahan dengan baik. Sebuah tim yang menurunkan Goran Pandev, Samuel Eto'o, Diego Milito, Wesley Sneijder, Thiago Motta. Tim yang bermain dengan lima pemain menyerang namun mereka bertahan dengan baik," lugas Mourinho di The Sun, sembari merujuk pengalamannya menukangi Inter Milan.
"Mengapa mereka bisa bertahan dengan baik? Sebab mereka ditangani pelatih yang luar biasa," seloroh The Special One.
Banyak yang mengecam strategi Mourinho yang disebut negative football. Bahkan di waktu lalu salah satu petinggi Madrid Jorge Valdano juga ikut mencibir taktik yang diterapkan eks pembesut FC Porto dan Chelsea itu.
"Sungguh menarik dikatakan defensif. Tapi dengan permainan itu saya sudah berhasil hadir di tiga final kompetisi antarklub Eropa," ujar Mourinho sembari merujuk final Piala UEFA dan Liga Champions bersama FC Porto, serta final Liga Champions bersama Inter Milan.
"Kami memenangi ketiganya dan mencetak delapan gol. Namun sekali omong kosong (soal permainan negatif) itu diungkapkan, maka bagi orang bodoh omong kosong itu adalah kebenaran. Sementara untuk orang pandai, omong kosong itu tetaplah omong kosong."
"Saya beruntung di sepakbola lebih banyak orang yang pandai dibanding yang bodoh. Maka untuk alasan itulah saya menangani tim seperti FC Porto, Chelsea, Inter, dan kini Real Madrid," tegasnya.
Foto: Iker Casillas dan Pepe, dua pemain pengawal pertahanan Real Madrid berusaha menahan serbuan Barcelona yang dilancarkan Xavi Hernandez di La Liga, 29 November 2009 (Getty Images)
(nar/key)










































