Ada dua kota yang mengalami "peningkatan suhu" dalam bursa transfer musim panas ini. Dua kota itu adalah Barcelona dan London. Penyebabnya adalah seorang pemain bernama Francesc Fabregas.
Barca terus secara intens mendekati Fabregas. Memang saat ini intensitas pendekatan tim Catalan terhadap mantan pemain binaannya itu agak mengendur. Namun bukan berarti Azulgrana tidak berusaha untuk membawa pulang kapten Arsenal itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah Lionel Messi, Carles Puyol, Andres Iniesta, dan Xavi Hernandez mengutarakan harapannya agar Fabregas bergabung, kini giliran David Villa yang ikut angkat bicara.
"Saya memang bukan pelatih Barcelona, juga bukan pihak yang bertanggungjawab soal perekrutan pemain. Tetapi secara pribadi saya akan berjuang semaksimal mungkin untuk mendatangkan Cesc," ujar Villa seperti dikutip dari Telegraph.
"Cesc ingin bermain di sini dan menurut saya cukup wajar bila Arsenal pada akhirnya sepakat dengan tawarn kami. Bila dia bergabung, maka akan sungguh luar biasa. Seorang pemain yang dengan kelebihannya bakal menambah kekuatan kami. Cesc bakal menolong Xavi dan Andres Iniesta. Bersamanya, saya juga bakal mencetak gol lebih banyak," ujar striker yang merupakan pemain anyar Barca tersebut.
Kali ini yang ikut nimbrung ternyata bukan hanya para pemain Barcelona. Bahkan ada eks Blaugrana yang turut beropini soal ini. Dia adalah Thierry Henry. Yang "unik", pemain berkebangsaan Prancis itu juga merupakan eks Arsenal dan di klub London Utara dia merupakan pemain bintang dan berpengaruh.
Lalu apa yang dikatakan oleh pemain yang kini memperkuat klub MLS New York Red Bull itu? "Saya tidak pernah mengatakan bahwa saya ingin Cesc terus berlanjut di Arsenal. Saya adalah fans Arsenal dan bagi saya memang lebih baik bagi Cesc untuk tidak pergi. Tetapi klub juga tidak bisa berkata: "tidak bisa" kepada pemain yang ingin pulang," tukas Henry kepada ESPN seperti dilansir dari IM Scouting.
Β
"Angin" berupa bujuk rayu belum mau berhenti menerpa Fabregas. Bahkan kini semakin banyak yang membujuk pemain kelahiran 4 Mei 1987 itu untuk meninggalkan London Utara, sehingga ibaratnya dia dihantam sebuah "badai". Kapan "badai" itu berlalu dan bagaimana akhir dari kisah ini?Β
Foto: Fabregas saat "dipaksa" memakai jersey Barcelona dalam pesta perayaan juara dunia Spanyol di Madrid, 12 Juli 2010 (Getty Images)
(nar/a2s)











































