Butuh 65 juta euro buat Madrid untuk memboyong Kaka keluar dari AC Milan. Jumlah yang sangat besar tersebut sayangnya tak mampu dibayar Kaka dengan penampilan cemerlang di atas lapangan.
Total sembilan gol yang dia buat di semua kompetisi dianggap tak sebanding, apalagi secara keseluruhan performa dia jauh di bawah standar saat masih berseragam Rossoneri. Makin memperburuk keadaannya adalah cedera yang terus menghantui di sepanjang musim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan pemain terbaik Eropa dan dunia itu malah makin optimistis usai operasi. Tak akan lagi diganggu cedera, dia bertekat jadi nomor satu di dunia lagi.
"Saya akan kembali menjadi yang terbaik di dunia lagi. Hari ini memang sulit untuk mengatakan hal tersebut, tapi saya pikir saya akan sukses bersama Real Madrid. Saya menjalani operasi ini untuk menjadi nomor satu lagi," seru Kaka di Marca.
Kaka dianugrahi status pemain terbaik Eropa dan dunia usai mengantar Milan menjuarai Liga Champions tahun 2007. Bukan itu saja, di musim tersebut dia juga menjadi top skorer kompetisi antarklub terbaik Benua Biru tersebut dengan 10 gol.
Terkait operasi dan proses penyembuhan cederanya, Kaka juga membantah pernyataan Dr. Marc Martens yang menyebut karirnya sempat terancam gara-gara memaksakan main di Piala Dunia 2010. Pernyataan dokter yang mengoperasi dirinya tersebut dianggap terlalu berlebihan.
"Martens seorang profesional yang hebat tapi dia mengeluarkan pernyataan itu, dia terlalu berlebihan. Saya sudah bermain dengan menahan sakit di banyak pertandingan, bukan cuma di timnas, tapi juga bersama Real Madrid. Dan itu bukan cuma saat bermasalah dengan lutut, tapi juga bagian tubuh yang lain," tuntas dia.
(din/din)











































