Dalam enam musim terakhir misalnya, lima kali Barca dan Madrid menjadi dua tim teratas di klasemen akhir. Pengecualian terjadi di musim 2007/2008, ketika Villarreal menjadi runner up, Madrid juara, dan Barca hanya urutan tiga.
Dirunut lebih jauh, dalam satu dekade terakhir, hanya dua kali gelar juara tidak jatuh ke tangan dua musuh bebuyutan tersebut. Adalah Valencia yang merusak dominasi tersebut saat memenangi La Liga tahun 2002 dan 2004.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Valencia tentu saja tim yang selama ini paling konsisten untuk merecoki Barca-Madrid. Akan tetapi, mereka musim ini malah kehilangan dua pilar utamanya yang di musim lalu mengantarkan El Che finis di posisi tiga besar.
Kondisi keuangan yang terbatas membuat Valencia tak kuasa juga menahan gempuran penawaran terhadap David Villa dan David Silva. Jika Silva hijrah ke Inggris bersama Manchester City, Villa justru memperkuat Barca.
Tim asuhan Unai Emery ini berusaha mendapatkan pengganti yang berkualitas. Aris Aduritz didatangkan dari Mallorca, Roberto Soldado digaet dari Getafe. Kedua pemain ini semestinya cukup mumpuni untuk melengkapi alur serangan yang akan dimotori Juan Mata dan playmaker Ever Banega.
"Kami akan mengejarnya dari pertandingan pertama karena kami punya kepercayaan diri, antusiasme, dan kami telah berlatih dengan baik," demikian salah satu pemain senior Valencia, Vicente Rodriguez, kepada Super Deporte.
"Selalu ada tim-tim yang bisa merepotkan. Mudah-mudahan tahun ini bisa jadi tahunnya Valencia. Kami benar-benar ingin mendapatkannya tahun ini. Kami harus memberi perlawanan sengit pada Real Madrid dan Barca," sambung pemain berusia 29 tahun itu.
Sevilla juga adalah kuda hitam yang dalam lima tahun terakhir cukup konsisten berada di jajaran papan atas. Kekuatan mereka masih bertumpu pada duet striker hebat, Frederic Kanoute dan Luis Fabiano. Namun, bek kiri Adriano sudah pindah ke Nou Camp, begitu juga Sebastien Squillaci yang hengkang ke Arsenal.
Atletico Madrid selayaknya memberi perlawanan lebih baik lagi di musim ini, setelah musim lalu tidak konsisten dan hanya menduduki peringkat kesembilan. Dengan nama-nama top seperti Diego Forlan, Sergio Aguero, Simao Sabrosa, Tomas Ujfalusi, Raul Garcia dan Tiago Mendes, mereka semestinya bisa kompetitif.
Tim-tim lain yang "lumayan" adalah Villarreal, Mallorca dan Getafe. Akan tetapi, tim-tim ini paling banter akan memperebutkan tangga keempat, atau bergelut di papan tengah di zona Europa League.
(a2s/din)











































