Khedira sejauh ini terbukti memuaskan Mouriho karena selalu dimainkan dari 14 pertandingan yang telah dijalani Madrid di semua kompetisi. Dari jumlah itu ia bahkan diturunkan sebagai starter sebanyak sembilan kali.
Akhir pekan lalu, saat El Real menundukkan Hercules 3-1 di La Liga, Khedira mendapat poin tersendiri dari pelatihnya itu. Walaupun tidak mencetak gol, tapi gelandang Jerman berdarah Tunisia itu diacungi jempol oleh Mourinho.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di luar lapangan, mantan pemain Stuttgart itu juga mulai akrab dengan Madridista. Salah satu saran Mourinho buat dia dan kompatriotnya, Mesut Oezil, supaya cepat mempelajari bahasa Spanyol, terus ia lakukan.
Pada sebuah acara di kota Madrid baru-baru ini, Khedira menyaksikan adiknya yang bermain di klub yunior Stuttgart, bertanding melawan Getafe yunior. Ia pun menjadi bintang dan dengan ramah meladeni permintaan foto dan tanda tangan terutama dengan anak-anak.
Harian As melaporkan, Khedira sudah bisa berbincang-bincang dengan fansnya dengan bahasa Spanyol. Ini tentu saja sebuah kondisi yang sangat baik buat Khedira dalam proses adaptasinya di "Negeri Matador", yang menjadi tempatnya bekerja sejak empat bulan lalu.
Hari Minggu (7/11) lusa Los Blancos akan melakoni derby ibukota melawan Atletico Madrid. Mereka bertindak sebagai tuan rumah, dan Khedira ingin ada di sana. "Aku ingin bermain dalam derby melawan Atletico," tukasnya. (a2s/a2s)











































