Inggris Teman Mourinho

Inggris Teman Mourinho

- Sepakbola
Senin, 22 Nov 2010 09:30 WIB
Inggris Teman Mourinho
London - Ada prestasi, ada kontroversi. Itulah kisah yang ditinggalkan Jose Mourinho selama berkarir Inggris. Meski begitu Negeri Ratu Elizabeth tetap menganggapnya sebagai "teman".

Mourinho memulai karirnya di Inggris dengan menukangi Chelsea pada tahun 2004. Ia bermukim di Stamford Bridge selama tiga tahun.

Selama menukangi Chelsea, ia memberikan dua gelar Premier League, dua Piala Liga, satu Piala FA, dan satu Community Shield.

Tak hanya prestasi, namun Mourinho juga dikenal sebagai penyulut kontroversi selama karirnya di Inggris. Tak jarang dia terlibat perang kata-kata dengan manajer-manajer lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu tetap masih ada kesan positif yang ditinggalkan pria kelahiran 26 Januari 1963 itu. Terkait dengan prestasinya, asosiasi manajer liga (League Managers Association/LMA) mengundangnya sebagai tamu kehormatan dalam gala dinner yang berlangsung di The Hilton, Park Lane, London, Senin (22/11/2010) dinihari WIB.

LMA kemudian memasukkan nama pelatih yang kini menukangi Real Madrid itu dalam daftar Hall of Fame, sejajar dengan nama-nama seperti Sir Alex Ferguson, Sir Matt Busby, Bob Paisley, dan Arsene Wenger.

"Saya sangat bangga dengan penghargaan ini karena saya bukanlah orang Inggris dan saya hanya berkarir sekitar tiga tahun di Premier League. Ini sebenarnya bukanlah waktu yang signifikan untuk mencetak sejarah besar yang layak mendapatkan pengakuan dari asosiasi manajer liga," ujar Mourinho seperti dikutip dari situs resmi LMA.

"Selama saya bekerja di Inggris, saya tak ada masalah untuk mengatakan bahwa saat itu merupakan saat terbaik di sepanjang karir saya sejauh ini meski saya menjuarai Liga Champions di Portugal dan Italia," lugasnya.

"Di Barclays Premier League kami melakukan hal luar biasa dan mencetak sejarah untuk Chelsea. Ini merupakan malam spesial bagi saya, di mana saya bisa bertemu dengan orang-orang yang sangat saya hormati. Saya masih punya rumah di Inggris dan keluarga saya masih dan akan selalu cinta dengan negara ini. Jadi, datang ke Inggris selayaknya pulang ke rumah." (nar/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads