Situs Wikipedia mencatat, pertarungan dua klub raksasa Spanyol itu di La Liga sudah berlangsung 160 kali. Hasilnya, Madrid menang 68 kali, Barca 62, dan sisanya (30) seri.
Empat kemenangan terakhir Barca didapat secara beruntun dan poin plas itu adalah berkat Josep Guardiola. Sejak menangani Azulgrana, pria 38 tahun itu selalu membuat orang Catalan bersuka cita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di pertemuan kedua di musim itu, pada 2 Mei 2010, Guardiola meremukkan Madrid sedemikian rupa: 6-2. Itulah kekalahan terburuk buat El Real dalam sejarah El Clasico di Santiago Bernabeu. Thierry Henry dan Messi mendulang dua gol, Gerard Pique dan Carles Puyol masing-masing satu. Di kubu Madrid, pencetak golnya adalah Gonzalo Higuain dan Sergio Ramos.
Berikutnya di musim lalu, pada 29 November 2009, Barca menang 1-0 lewat gol tunggal Zlatan Ibrahimovic di Nou Camp. Dan di laga lanjutan di bulan April, Madrid kembali menyerah di kandang sendiri oleh gol-gol Messi dan Pedro.
"Kalau aku presiden Barcelona Sandro Rosell, saya akan memberi Guardiola kontrak berdurasi 50 tahun," Mourinho bahkan memberi pujian pada rivalnya itu menjelang pertemuan mereka Senin (29/11) malam waktu setempat.
Catatan lain untuk Guardiola adalah, dia memenangi delapan dari 10 kompetisi yang diikuti semenjak ia memimpin Los Cules 18 bulan silam.
Jika Mourinho mengatakan bahwa El Clasico sebagai "just another game", Guardiola juga mengimbangi Mourinho pada ekspektasi dan kadang-kadang "keberlebihan" fans. "Seakan-akan dunia akan berakhir saja setelah pertandingan ini," tukasnya.
(a2s/arp)











































