Guardiola Titisan Cruyff

Guardiola Titisan Cruyff

- Sepakbola
Selasa, 30 Nov 2010 11:17 WIB
Guardiola Titisan Cruyff
Barcelona - Menang 5-0 atas Real Madrid tidak bisa sering-sering dilakukan Barcelona. Skor itu bisa tercipta saat Barca berada di bawah asuhan pelatih istimewa, seperti Johan Cruyff atau Pep Guardiola.

Kemenangan 5-0 yang dipetik Barca atas Madrid dalam duel El Clasico pertama musim 2010-11 di Stadion Camp Nou, Selasa (30/11/2010) dinihari WIB, adalah yang pertama dalam tempo nyaris 16 tahun.

Kali terakhir Barcelona memetik kemenangan setelak itu adalah pada 8 Januari 1994. Saat itu, Romario tiga kali menjebol gawang Madrid, ditambah masing-masing satu gol lagi dari Ronald Koeman dan Ivan Iglesias.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itu, pelatih yang mengarsiteki Barcelona adalah Cruyff. Pelatih asal Belanda itu adalah sosok yang sangat dihormati di kubu Loz Azulgrana karena berhasil mengantar timnya meraih 11 trofi di berbagai kompetisi di Spanyol dan Eropa.

Setelah kemenangan di tahun 1994 tersebut, Barca tidak pernah lagi meraih kemenangan dengan selisih setelak itu. Sampai kemudian, di bawah Guardiola, Barca melakukannya lagi dinihari tadi.

Wajar bila kemudian banyak yang menyebut-nyebut kalau Guardiola adalah titisan Cruyff. Tidak terlalu meleset juga karena pria 39 tahun itu pernah menjadi pemain binaan Cruyff di periode 1990-1996.

Pernah menjadi pemain di bawah asuhan Cruyff membuat Guardiola makin mirip dengan mentornya itu dalam hal strategi di lapangan. Perlu diingat, Cruyff-lah sosok yang mengadaptasi strategi total voetbal ala Belanda ke dalam permainan Barca yang kemudian dikenal sebagai tiki taka.

Beberapa tahun setelahnya, Guardiola menyempurnakan apa yang pernah dirintis Cruyff. Dalam partai kontra Madrid, Los Cules sukses membuat 684 operan dan 608 di antaranya berhasil alias dengan sucess rate 89 persen.

Selain kemenangan 5-0 dinihari tadi, dua musim lalu pun Barca-nya Guardiola nyaris menyamai catatan Cruyff ketika membekap Madrid 6-2--dengan catatan bahwa duel itu berlangsung di markas Madrid.

"Mengingat cara bermain kami, perasaannya mirip," kata Guardiola mengenang kemenangan yang terjadi 2 Mei 2009 itu seperti dilansir situs resmi Barcelona.

"Tapi kemenangan itu berujung kami menjadi juara Liga. Sementara yang ini, kita masih di bulan November. Tapi tetap, perasaan puasnya sama," imbuh Guardiola.

Namun Guardiola sendiri tidak terlalu menganggap penting komparasinya dengan Cruyff. "Kami akan mengenang tahun 29 November ini sebagai hari di mana kami menang atas Madrid," simpulnya singkat.


(arp/rin)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads