Kursi pelatih 'Si Putih' yang kini diisi Mourinho sebelumnya sempat diduduki Pellegrini. Hanya semusim ia berada di sana sebelum akhirnya dilepas karena dinilai kurang sukses.
Lepas dari Madrid, Pellegrini yang sebelumnya membesut Villarreal setuju untuk melatih Malaga. Dalam aspek gengsi, perpindahan si pria asal Chile jelas sangat drastis mengingat besarnya perbedaan reputasi antara Madrid dan Malaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Musim lalu Pellegrini hanya bisa membawa El Real menjadi runner-up di La Liga Primera dengan selisih tiga angka dari Barca si jawara. Meski ada di posisi dua, koleksi 96 angka Madrid menjadi rekor baru di klub itu.
"Aku punya filosofi sendiri. Berada di posisi dua dengan (selisih) dua atau sepuluh poin, bikin 500 atau 200 gol, tak ada bedanya. Jika kami tidak jadi juara, tak ada artinya," tegas Mourinho.
Meski demikian, Mourinho juga mengakui kalau Pellegrini memang sudah melakukan pekerjaan yang cukup bagus di Madrid tahun lalu. Ia pun meminta fans di Santiago Bernabeu memberikan sambutan hangat untuknya saat menjamu Malaga, Jumat (4/3/2011) dinihari WIB.
"Tahun lalu Manuel Pellegrini melajukan Real Madrid dengan baik di liga dan aku harap para penonton akan menyambutnya dengan baik. Pintu ke ruang ganti kami terbuka untuknya," ceplos Mourinho, kali ini dikutip ESPN Soccernet.
(krs/din)










































